Suara.com - Para ilmuwan berhasil membuat alat pengujian berbasis DNA terbaru yang dipasangkan dengan ponsel. Perangkat ini dapat digunakan untuk mendiagnosis Covid-19 dalam waktu kurang dari dua jam.
Perangkat yang diberi nama Point of Care Kit for The Entire Test (POCKET) ini mengidentifikasi perubahan dalam DNA yang memberi sinyal penyakit secara langsung dari sampel darah, urin, atau air liur.
Alat ini terdiri dari dua komponen, yaitu chip terintegrasi 3D-cetak atau i-chip, dan sebuah kotak kecil yang akan diletakkan di atas bagian belakang ponsel yang berfungsi sebagai pemanas, detektor, dan pembacaan hasil.
POCKET, yang harganya kurang dari 10 dolar AS (sekitar Rp 155 ribu) pun bisa dengan mudah dibawa kemana saja, karena ukurannya yang relatif kecil dan bisa dimasukkan ke dalam kantong plastik kecil.
Dengan berat sekitar 3 ons dan berukuran kurang dari 10 inci, alat tes virus corona itu bisa menjadi vital untuk memerangi pandemi di masa depan. POCKET juga dapat digunakan untuk melakukan tes DNA di tempat perawatan untuk pertanian, perlindungan lingkungan, dan keamanan pangan.
"POCKET yang sangat murah dan sangat portabel ini dapat menjadi platform pengujian serbaguna untuk diagnostik klinis, keamanan pangan, perlindungan pertanian, dan pemantauan lingkungan," kata penulis studi, Dr Ming Chen, dari Universitas Kedokteran Angkatan Darat di Chongqing, China, seperti dilansir laman Daily Mail, Minggu (26/4/2020).
"Kami mendeteksi berbagai jenis DNA dari klinik ke lingkungan ke makanan ke pertanian. Sistem ini berpotensi digunakan untuk deteksi cepat dan pelacakan penyakit menular seperti Covid-19," imbuhnya.
Chen menuturkan, POCKET memikiki tingkat sensitivitas yang tinggi untuk mendiagnosis virus corona.
"Alat ini bisa mendeteksi secara sensitif, akurat, dan cepat karena bisa mendiagnosis kurang dari dua jam. Ini juga stabil, dengan masa simpan lebih dari 10 minggu," ungkap Chen.
Baca Juga: Neonazi Curi 25 Ribu Email WHO, NIH, dan Gates Foundation
Alat uji Covid-19 ini dianggap menjadi jawaban atas upaya sebelumnya untuk membuat sistem pengujian yang terhambat oleh ukuran peralatan dan biaya besar, seperti sentrifugal.
Di sisi lain, POCKET murah dan mudah dibawa, tanpa perlu menghabiskan peralatan laboratorium besar yang biasanya diperlukan untuk tes Point of Care (POC).
Sedangkan untuk teknisnya, POCKET mereplikasi DNA virus atau bakteri dalam jumlah kecil dan lantas dimurnikan dalam proses yang disebut amplifikasi.
Proses ini membutuhkan pemanasan sampel ke suhu tepat di samping bahan kimia tertentu. Oleh karena itu, sampel darah, urin, atau air liur akan dimasukkan ke dalam kotak kecil yang sebelumnya sudah diisi zat kimia tertentu.
Karena pengujian memerlukan temperatur panas, kotak kecil berisi sampel tersebut diletakkan di atas punggung ponsel yang mengeluarkan suhu panas dari ponsel. Seperti yang diketahui, ponsel mengeluarkan suhu panas sebagai efek dari proses kerja prosesor di dalamnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan
-
Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK
-
Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko
-
Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup
-
Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity
-
Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang
-
Melepaskan Diri dari Standar Kecantikan Toksik: Literasi Digital untuk Lawan Body Dysmorphia
-
SETARA Institute Desak Prabowo Alihkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke KPK
-
Fenomena Unik Industri AC: Harga Naik, Penjualan Sharp Malah Melesat
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen, Lampaui Capaian Nasional di Tengah Krisis Global