Suara.com - Duta besar Swedia untuk Amerika Serikat mengatakan bahwa ibu kota negaranya, Stockholm bisa mewujudkan apa yang disebut sebagai herd immunity atau kekebalan kawanan dalam dua pekan mendatang.
"Sekitar 30 persen dari masyarakat Stockholm telah mencapai satu level kekebalan. Kami bisa mewujudkan kekebalan kawanan di ibu kota setidaknya bulan depan," kata Karin Ulrika Olofsdotter, Dubes Swedia untuk AS seperti dilansir Newsweek dari NPR, Senin (27/4/2020).
Herd immunity atau kekebalan kawanan adalah kekebalan tubuh mayoritas sekelompok masyarakat atas penyakit menular yan diraih lewat cara sembuh dari penyakit tersebut atau lewat imunisasi/vaksin.
Untuk kasus Stockholm yang pasti kekebalan kawanan akan diraih dengan cara sembuh dari Covid-19 karena hingga saat ini belum ada vaksin untuk penyakit tersebut.
Berapa banyak orang yang harus terinfeksi agar kekebalan kawanan atau herd immunity bisa diraih?
Jawabannya tergantung pada penyakit itu sendiri. Sejauh ini para ilmuwan menduga bahwa kebebalan kawanan atas Covid-19 bisa diraih jika 60 persen populasi terjangkit virus itu dan sembuh.
Swedia memang unik. Tak ada lockdown atau pembatasan aktivitas di negara itu selama wabah Covid-19. Tempat kerja, sekolah, restoran, tempat perbelanjaan, dan rumah ibadah masih beroperasi normal.
Pemerintah Swedia hanya menganjurkan orang untuk jaga jarak dan tidak bepergian kalau tidak ada keperluan penting. Sementara pertemuan yang menghadirkan lebih dari 50 orang dilarang. Yang juga dilarang adalah kunjungan ke rumah jompo.
Olofsdotter mengatakan bahwa dibutuhkan riset dan pengujian tambahan untuk memahami kekebalan terhadap Covid-19. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Swedia akan mengubah pendekatannya dalam menghadapi pandemi Covid-19 jika diperlukan.
Baca Juga: Ahli Australia: Konsep Herd Immunity atau Kekebalan Kelompok Hanya Mitos
Hanya saja saat ini belum ada jaminan bahwa orang yang sudah terinfeksi Covid-19 tak bisa terjangkit lagi oleh virus corona baru Sars-Cov-2 untuk kedua kalinya.
Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) hanya sedikit orang di dunia yang terbukti memiliki antibodi di darahnya setelah mereka terinveksi Covid-19. Sementara sebuah studi di Belanda yang melibatkan 7.000 pendonor darah, ditemukan hanya 3 persen yang memiliki antibodi.
"Belum ada bukti bahwa orang yang pernah terinfeksi Covid-19 tidak akan terinfeksi lagi," tegas WHO.
Berita Terkait
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Graham Potter Perpanjang Kontrak Bersama Timnas Swedia Hingga 2030
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Cara Mendapatkan Natan Sanguine Steward Mobile Legends dan Tips Menggunakannya
-
5 Rekomendasi HP Android Kamera Terbaik 2026, Harga Mulai Rp5 Juta
-
6 Pilihan HP Baru Rp1 Jutaan RAM Besar, Cocok Buat Pelajar Anti Lemot
-
4 Pilihan HP Samsung Baterai Jumbo Mulai Rp2 Jutaan, Awet Dipakai Seharian
-
6 HP Rp2 Jutaan yang Tahan Banting: Performa Oke, Aman Dipakai Harian
-
Mengenal Handala Hack Team, Hacker Pro Palestina yang Serang Sistem FBI
-
3 Cara Mengunci Aplikasi di HP OPPO untuk Menjaga Privasi Data Anda
-
Mengenal Fitur Aplikasi The White House yang Dirilis Donald Trump, Tapi Picu Kecaman
-
Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya
-
61 Kode Redeem FF 30 Maret 2026: Klaim Skin Gratis Sebelum Mega Update OB53 Tema Air