Suara.com - Perusahaan Swiss Roche Diagnostics mengklaim telah menciptakan tes antibodi dengan akurasi 100 persen, yang dapat mengetahui apakah jutaan warga di Inggris terinfeksi virus Corona (Covid-19) atau tidak.
Perusahaan menyebut, tes antibodi itu akan tersedia dalam waktu dua minggu. Roche mengklaim tes "Elecsys" yang berbasis di laboratorium dapat mendeteksi 100 persen orang terinfeksi virus, tanpa hasil negatif palsu sama sekali. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah seseorang yang telah sembuh mengembangkan antibodi terhadap virus Covid-19.
Roche Diagnostics sendiri mengatakan sudah berdialog dengan NHS dan pemerintah Inggris tentang peluncuran secara bertahap tes antibodi pada pertengahan Mei.
"Kami akan dapat memberikan ratusan ribu tes antibodi per minggu. Rumah sakit dan laboratorium rujukan dapat menjalankan tes pada peralatan yang sepenuhnya otomatis yang telah diinstal oleh Roche Diagnosticsdi lokasi-lokasi di seluruh Inggris dengan hasil yang diberikan dalam 18 menit," ucap seorang juru bicara perusahaan, seperti yang dikutip laman Metro.co.uk, Selasa (5/5/2020).
Dengan mengetahui berapa jumlah orang yang memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19, akan memungkinkan pemerintah merencanakan rute kembali ke keadaan normal lebih cepat.
Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris, mengatakan bahwa toko, pabrik, gudang, dan lokasi-lokasi konstruksi diharapkan akan dibuka kembali pada 25 Mei mendatang. Aturan-aturan ketat tetap harus dipatuhi jika kantor dibuka kembali.
Di sisi lain, perusahaan riset asal Inggris lainnya mengklaim telah mengembangkan tes antibodi Covid-19 yang cepat dan akurat. Para peneliti di perusahaan skrining darah Quotient yang berbasis di Edinburgh mengembangkan tes antibodi baru.
Tes ini melibatkan mesin skrining serologis, masing-masing memiliki kapasitas hingga 3.000 tes sehari dan menghasilkan hasil dalam 35 menit dengan akurasi 99,8 persen.
Perusahaan mengatakan memiliki 12 mesin penyaringan yang tersedia, dengan 20 mesin lagi diharapkan siap pada akhir tahun ini.
Baca Juga: Sobat Ambyar Berduka, Kenangan Didi Kempot Banjir di Twitter
Sementara itu, pemerintah Inggris juga berusaha untuk mengembangkan alat tes pengujian di rumah, alih-alih analisis di laboratorium. Namun, sejauh ini alat tersebut terbukti tidak dapat diandalkan.
Berita Terkait
-
Seekor Llama di Belgia Bisa Jadi Senjata Rahasia Kalahkan Covid-19
-
Tes Antibodi untuk Covid-19 Kurang Akurat, Tingkat Positif Palsu Tinggi
-
Pemerintah Inggris Pesan 50 Juta Alat Tes Antibodi Covid-19
-
Inggris Akan Siapkan Tes Antibodi dalam Waktu Dekat
-
Dituduh Tutupi Skala Kematian Covid-19, China Lakukan Tes Antibodi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan