Tekno / Sains
Selasa, 05 Mei 2020 | 11:30 WIB
Ilustrasi tes antibodi. [Greg Baker/AFP]

Suara.com - Perusahaan Swiss Roche Diagnostics mengklaim telah menciptakan tes antibodi dengan akurasi 100 persen, yang dapat mengetahui apakah jutaan warga di Inggris terinfeksi virus Corona (Covid-19) atau tidak.

Perusahaan menyebut, tes antibodi itu akan tersedia dalam waktu dua minggu. Roche mengklaim tes "Elecsys" yang berbasis di laboratorium dapat mendeteksi 100 persen orang terinfeksi virus, tanpa hasil negatif palsu sama sekali. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah seseorang yang telah sembuh mengembangkan antibodi terhadap virus Covid-19.

Roche Diagnostics sendiri mengatakan sudah berdialog dengan NHS dan pemerintah Inggris tentang peluncuran secara bertahap tes antibodi pada pertengahan Mei.

"Kami akan dapat memberikan ratusan ribu tes antibodi per minggu. Rumah sakit dan laboratorium rujukan dapat menjalankan tes pada peralatan yang sepenuhnya otomatis yang telah diinstal oleh Roche Diagnosticsdi lokasi-lokasi di seluruh Inggris dengan hasil yang diberikan dalam 18 menit," ucap seorang juru bicara perusahaan, seperti yang dikutip laman Metro.co.uk, Selasa (5/5/2020).

Dengan mengetahui berapa jumlah orang yang memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19, akan memungkinkan pemerintah merencanakan rute kembali ke keadaan normal lebih cepat.

Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris, mengatakan bahwa toko, pabrik, gudang, dan lokasi-lokasi konstruksi diharapkan akan dibuka kembali pada 25 Mei mendatang. Aturan-aturan ketat tetap harus dipatuhi jika kantor dibuka kembali.

Di sisi lain, perusahaan riset asal Inggris lainnya mengklaim telah mengembangkan tes antibodi Covid-19 yang cepat dan akurat. Para peneliti di perusahaan skrining darah Quotient yang berbasis di Edinburgh mengembangkan tes antibodi baru.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Tes ini melibatkan mesin skrining serologis, masing-masing memiliki kapasitas hingga 3.000 tes sehari dan menghasilkan hasil dalam 35 menit dengan akurasi 99,8 persen.

Perusahaan mengatakan memiliki 12 mesin penyaringan yang tersedia, dengan 20 mesin lagi diharapkan siap pada akhir tahun ini.

Baca Juga: Sobat Ambyar Berduka, Kenangan Didi Kempot Banjir di Twitter

Sementara itu, pemerintah Inggris juga berusaha untuk mengembangkan alat tes pengujian di rumah, alih-alih analisis di laboratorium. Namun, sejauh ini alat tersebut terbukti tidak dapat diandalkan.

Load More