Suara.com - Para ahli geologi mendeteksi petunjuk aktivitas tektonik, di sisi dekat Bulan yang diyakini sedang berlangsung saat ini.
Menggunakan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA, para ilmuwan telah menemukan sejumlah bubungan dengan batuan dasar yang terbuka, bebas dari regolith (tanah) Bulan, yang tersebar di permukaan. Bubungan ini berbintik-bintik dengan batu-batu besar, bisa menjadi bukti bahwa belum lama ini aktivitas tektonik menghancurkan permukaan Bulan.
Sebagian besar permukaan Bulan ditutupi oleh regolith Bulan, namun ada beberapa tambalan langka dari batuan dasar yang terbuka ini.
Tetapi karena regolith terbentuk dengan cepat di permukaan, menurut Peter Schultz, seorang profesor di Departemen Bumi, Ilmu Lingkungan dan Planet Bumi Brown University mengatakan pasti ada sesuatu yang menciptakan bubungan ini dengan batuan dasar yang terbuka.
Bubungan dengan batuan dasar yang terbuka telah terlihat sebelumnya, itu dapat dijelaskan dengan bukti yang menunjukkan bahwa lava pernah mengalir di sana. Namun dalam penelitian baru ini, ditemukannya bubungan yang tidak dapat dijelaskan oleh aktivitas vulkanik purba dan tampaknya terkait dengan aktivitas tektonik yang lebih baru.
"Ada asumsi bahwa Bulan sudah lama mati, tetapi kami terus menemukan bahwa itu bukan masalahnya. Dalam penelitian ini, tampaknya Bulan masih berderit dan kita bisa melihat bukti di bubungan ini," ucap Shultz, seperti dikutip laman Space.com, Selasa (5/5/2020).
Untuk melakukan pengamatan ini, tim yang dipimpin oleh Adomas Valantinas, seorang mahasiswa pascasarjana di Universitas Bern, Swiss, menggunakan instrumen Diviner LRO untuk mengukur suhu di permukaan Bulan.
Data Diviner memungkinkan tim ahli untuk menentukan jenis batuan dan jenis permukaan apa yang terletak di area tertentu karena area yang tercakup dalam regolith Bulan cenderung lebih dingin daripada area terbuka dari batuan dasar yang bebas dari regolith.
Hasilnya, para ahli menemukan 500 bidang batuan terbuka di punggung bukit atau bubungan di permukaan Bulan dekat maria Bulan atau bercak hitam besar di Bulan. Valantinas dan Schultz memetakan semua bubungan yang terbuka dan berbaris sempurna, dengan retakan kuno di kerak yang terlihat oleh misi GRAIL NASA pada 2014. Magma pernah mengalir melalui retakan ini ke permukaan Bulan.
Baca Juga: 5 Game Facebook Terbaik & Terpopuler 2020
Tim mengkategorikan penemuan ini sebagai Active Nearside Tectonic System atau ANTS. Dalam sistem ini, para ilmuwan menyarankan bahwa punggung bukit yang berada di atas retakan kuno yang ditemukan GRAIL masih bergerak ke atas.
Para ahli berpikir bahwa ANTS mungkin telah dimulai miliaran tahun yang lalu ketika Bulan mengalami dampak yang signifikan karena regolith biasanya menutupi permukaan dengan cepat. Tetapi aktivitas seperti itu masih bisa berlangsung saat ini.
Penelitian baru ini telah dipublikasikan di jurnal Geology pada 13 April lalu.
Berita Terkait
-
Keren! Gunakan Data Hubble, NASA Ubah Foto Luar Angkasa Jadi Alunan Musik
-
Masuk Mei 2020, 5 Fenomena Langit Ini Bisa Diamati di Indonesia
-
Bikin Takjub, Begini Penampakan Awan di Planet Jupiter dari Dekat
-
FDA Setujui Ventilator Buatan NASA untuk Pasien Covid-19
-
Wow! Teleskop Hubble Abadikan Pecahnya Komet ATLAS
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118