Suara.com - Alam semesta adalah tempat yang sangat misterius dan sunyi. Tanpa molekul udara Bumi untuk membantu manusia mendengar, di luar angkasa manusia hanya akan mendapati kesunyian.
NASA ingin mengubah kesunyian itu dengan menghasilkan musik luar angkasa pada 2019. Badan antariksa menggunakan foto yang diambil oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble dan mengubahnya menjadi "sonifying" gambar.
Para ilmuwan yang bekerja untuk Hubble menyebut foto itu sebagai "peti harta karun galaksi" karena banyaknya jumlah galaksi yang ditangkap dalam foto tersebut.
"Setiap bintik galaksi yang terlihat adalah rumah bagi bintang yang tak terhitung jumlahnya," tulis NASA dalam sebuah pernyataan ketika menjelaskan gambar tersebut, seperti dikutip laman Science Alert, Minggu (3/5/2020).
Namun, gambar yang tampak indah ini menghasilkan musik yang cukup mengerikan ketika para ilmuwan mengubahnya menjadi komposisi musik.
Tim ahli yang menciptakan "sonifying" gambar ini menjelaskan bahwa berbagai lokasi dan elemen gambar menghasilkan suara yang berbeda.
Bintang-bintang dan galaksi-galaksi kecil menghasilkan suara pendek dan jernih, sementara galaksi-galaksi spiral memancarkan nada yang lebih rumit dan lebih panjang.
"Waktu mengalir dari kiri ke kanan dan frekuensi suara berubah dari atas, berkisar antara 30 hingga 1.000 hertz. Objek di bagian bawah gambar menghasilkan not yang lebih rendah, sedangkan yang di dekat bagian atas menghasilkan not lebih tinggi," tambah NASA.
Baca Juga: Targetkan Universitas di Inggris, Iran dan Rusia Curi Data Vaksin Covid-19
Musik dari gambar tersebut telah diunggah NASA melalui akun YouTube resmi dengan judul Sonification of a Hubble Deep Space Image. Mengubah gambar menjadi musik adalah salah satu cara baru dari NASA untuk menikmati alam semesta.
Berita Terkait
-
Bikin Takjub, Begini Penampakan Awan di Planet Jupiter dari Dekat
-
FDA Setujui Ventilator Buatan NASA untuk Pasien Covid-19
-
NASA Pilih Tiga Perusahaan Ini untuk Misi Pendaratan di Bulan
-
NASA Pilih 3 Perusahaan Swasta untuk Bangun Pesawat Pendarat di Bulan
-
Wow! Teleskop Hubble Abadikan Pecahnya Komet ATLAS
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan