Suara.com - Tes virus corona dengan air liur tanpa usap atau "no swab" yang memungkinkan orang mengumpulkan sampel mereka sendiri di rumah dengan meludah ke dalam sebuah wadah sedang diujicoba di Inggris.
Lebih dari 14.000 staf dokter umum dan pekerja esensial lainnya, bersama dengan orang-orang yang tinggal bersama mereka, akan ambil bagian dalam uji coba itu.
Percobaan perdana, yang dipimpin oleh Southampton University, akan berjalan selama empat minggu.
Para ahli berharap tes air liur ini akan menjadi pilihan yang lebih mudah bagi orang-orang - melihat tes swab bisa jadi tidak nyaman bagi beberapa orang karena alat tes itu perlu masuk jauh ke hidung dan tenggorokan.
Tes air liur ini dirancang untuk mengidentifikasi apakah seseorang terinfeksi dengan virus corona.
Peserta uji coba, termasuk beberapa staf universitas dan mahasiswa, akan memberikan sampel air liur secara mingguan untuk pengujian di laboratorium.
Kit pengujian akan dikirimkan ke rumah atau tempat kerja mereka dan kemudian dikumpulkan oleh staf tim uji coba atau dikembalikan ke lokasi yang disepakati.
Uji air liur ini berpotensi menemukan orang yang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala, namun masih berisiko menularkan penyakit kepada orang lain.
Percobaan ini adalah tambahan pengujian virus corona rutin yang sudah ditawarkan kepada staf kesehatan Inggris dan setiap orang dengan gejala Covid-19.
Baca Juga: Terdampak Pandemi, Gojek PHK 430 Karyawan
Sekretaris Kesehatan Matt Hancock mengatakan dia berterima kasih kepada semua orang yang terlibat dalam uji coba:
"Tes air liur berpotensi memudahkan orang-orang untuk bisa mengambil tes virus corona di rumah, tanpa harus menggunakan alat tes swab. Percobaan ini juga akan membantu kita belajar, jika [dilaksanaka] rutin, tes di rumah bisa mendeteksi kasus-kasus [Covid-19] dengan lebih cepat. "
Siapa pun yang dinyatakan positif Covid-19 akan diminta untuk melakukan isolasi sendiri untuk menghindari penyebaran infeksi.
Tes air liur yang mendeteksi bahan genetik virus dilakukan dengan teknik yang dikenal sebagai amplifikasi isotermal yang dimediasi loop (LAMP).
Para ahli mengatakan tes ini bisa lebih sederhana dan lebih cepat untuk dilakukan dibandingkan metode pengujian reaksi rantai polimerase (PCR) standar dengan metode swab.
Pada akhirnya, tes ini diharapkan memungkinkan orang-orang mengambil sampel di rumah dan mendapat hasil dalam waktu kurang dari satu jam.
Selain menguji coba tes air liur Optigene, tim Southampton sedang menjajaki tes virus corona berbasis air liur tanpa swab lainnya dengan beberapa perusahaan termasuk Chronomics, Avacta, MAP Science dan Oxford Nanoimaging.
Berita Terkait
-
Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris
-
Elkan Baggott Resmi Gabung Millwall, Direktur Klub Ungkap Alasan Rekrut Bek Timnas Indonesia
-
Argentina Terancam Sanksi FIFA Jelang Final Piala Dunia 2026, Spanduk Malvinas Jadi Sorotan
-
'Penyakit Mematikan' Argentina: Mengapa Inggris dan Lawan Lainnya Selalu Runtuh di Menit Akhir?
-
90 Menit yang Mengungkap Identitas Asli Inggris dan Argentina
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bengis! Bocah 4 Tahun di Bekasi Tewas Disiksa Ibu Tiri Pakai Gayung dan Sikat Gigi
-
Isu PTDI Dijual ke Asing Mencuat, Bosnya Akui Prabowo Minta Kerjasama Dengan Industri Global
-
Manga Aksi-Time Travel Fate Rewinder Diadaptasi Anime TV, Tayang April 2027
-
Mikroplastik Tembus Lautan Dalam, Keseimbangan Ekosistem Laut Terganggu
-
5 HP Android dengan Kamera Terbaik yang Dijual di Indonesia, Juaranya Foto dan Video HD
-
First Look Serial Below Rilis, Josh Hartnett Didapuk Jadi Bintang Utama
-
Bagaimana Cara Memilih Jam Tangan Pintar Sesuai Kebutuhan? Ini 5 Tipsnya Sebelum Membeli
-
WALHI Bongkar Eksploitasi Ugal-ugalan di Jawa, Dari Reklamasi Jakarta hingga 20 PSN Jatim
-
Kapal Tenggelam di Selayar Angkut 74 Penumpang
-
Novel Ketika Senja Jatuh di Nara: Kisah Keserakahan dan Luka Masa Lalu