Tekno / Sains
Kamis, 02 Juli 2020 | 11:05 WIB
[DW Indonesia].

“Ini bisa diasumsikan begitu, tetapi sejauh ini belum ada pembuktian,“ ujar pakar anastesi ini.

Estrogen dan sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh perempuan juga lebih tangguh dibanding sistem pada lelaki. Penyebab utamanya, hormon seksual perempuan, estrogen.

Hormon ini merangsang sistem kekebalan tubuh bereaksi lebih cepat dan lebih agresif melawan patogen.

Sementara hormon lelaki, testosteron justru sebaliknya, menghambat sistem pertahanan tubuh sendiri.

Pakar virologi menyebutkan, reaksi lebih cepat dan lebih kuat terhadap infeksi virus pada sistem imunitas perempuan, secara umum juga terlihat jelas pada virus infuenza.

Tapi di sisi lain, kaum wanita lebih sering mengidap penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh bereksi belebihan dan berbalik menyerang sel tubuh sendiri. Ini juga bisa memicu komplikasi pada saat terserang Covid-19.

“Selain itu ada alasan genetika yang menguntungkan perempuan,“ kata Thomas Pietschmann pakar virologi molekuler kepada DW.

Sejumah gen yang relevan dengan sistem kekebalan tubuh, misalnya yang bertanggung jawab mengenali patogen, berada dalam kode kromosom X.

Baca Juga: Bergandengan Tangan, Pasangan Terinfeksi Covid-19 ini Meninggal Bersama

“Karena perempuan punya dua kromosom X dan lelaki hanya satu, dengan jelas di sini wanita punya keunggulan,“ papar Pietschmann.

India jadi pengecualian

India secara mengejutkan, justru menunjukkan fenomena kebalikan. Di negara ini kaum wanita punya risiko lebih tinggi meninggal akibat Covid-19 dibanding pria.

Tingkat kematian wanita di India akibat Covid-19 tercatat sekitar 3,3 persen pada semua kisaran umur. Pada pria angkanya sekitar 2,9 persen. Sementara di kisaran umum 40 hingga 49, sekitar 3,2 persen perempuan yang terinfeksi Covid-19 meninggal, dibanding mortalitas 2,1 persen para pria.

Apa penyebab India jadi pengecualian dari fenomena umum, saat ini sedang diteliti secara intensif.

Diduga, kaum perempuan di India lebih rentan pada infeksi, karena jumlah perempuan lanjut usia jauh lebih banyak dibanding pria.

Sebagai tambahan, riset juga menduga, India kurang menaruh perhatian pada kesehatan perempuan dibandingkan dengan pria. Disebutkan, wanita lebih jarang mendatangi dokter dan atau lebih sering mencoba mengobati dirinya sendiri. Atau kaum wanita juga cenderung dites lebih belakangan atau diobati lebih lambat dibanding pria.

"Seberapa banyak faktor ini dapat mempengaruhi faktor biologis dan seberapa banyak hal itu berkaitan dengan faktor sosial, sejauh ini belum jelas,“ ujar SV Subramanian, profesor kesehatan publik di Harvard University kepada lembaga penyiaran Inggris BBC.

Dia menambahkan, faktor gender bisa jadi faktor kritis dalam situasi di India.

Sebagai ilustrasi, flu Spanyol pada tahun 1918, di India membunuh lebih banyak kaum wanita dibanding pria.

Perempuan di India lebih rentan terserang infeksi karena banyak yang kurang gizi.

Banyak kaum wanita di India terkurung di rumah yang tidak higienis dan tidak memiliki ventilasi mencukupi. Juga wanita di India lebih rentan, karena mereka lebih sering merawat keluarga yang sakit dibanding kaum prianya. (as/rap)

Load More