-
Wali murid ungkap dampak psikologis kasus kekerasan anak di daycare.
-
Korban kasus kekerasan anak di daycare mengalami regresi fisik berat.
-
Ibu korban kasus kekerasan anak di daycare ikut alami gangguan kesehatan.
Suara.com - Kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha masih menyisakan trauma mendalam tak hanya bagi anak-anak, tetapi juga para wali murid.
Salah satu wali murid, W menceritakan dampak psikologis yang luar biasa pada kedua anaknya yang menjadi korban kekerasan Little Aresha.
W mengatakan anak pertamanya dititipkan sejak usia 3 tahun dan berakhir pada Maret 2026 di usia 7 tahun 9 bulan.
Sedangkan, anak kedua dititipkan sejak usia 2 bulan sampai hari penggerebekan pada 24 April 2026.
Selama dititipkan di Little Aresha, W mengatakan anak keduanya sering diikat dan pernah dikurung di ruang gelap sendirian.
Anak kedua W menceritakan bahwa dirinya sering bermain "pocong-pocong", karena tubuhnya dibedong oleh pengasuh.
Akibat ikatan kencang itu, ia dan teman-temannya kesulitan berjalan hingga harus melompat-lompat menyerupai hantu pocong.
Mirisnya, trauma itu membekas hingga sang anak sempat meminta perlakuan serupa di rumah setelah kasus ini terbongkar.
"Ada juga rekaman video adiknya setelah kejadian, dia tertarik dengan pashmina seperti selendang yang dibuat ngiket kaki. Dia minta dibedong ke kakinya.
Baca Juga: 5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate
Tak hanya itu, W mengatakan anak keduanya juga pernah rawat inap 2 kali akibat pneumonia, bronkhitis sampai menjadi asma persisten dan TB paru setelah 1 bulan masuk Little Aresha.
Bahkan, W juga mengirimkan video anaknya ketika mengalami sesak di Little Aresha.
"Anakku masuk umur 2 bulan. 1 bulan di sana sudah mulai bapil, ispa, bronkhitis, pneumonia. Opname 2 kali, asma persisten tiada hari tanpa sesek dan TB paru. Kadang di titik ini yang aku syukuri, ya Allah untung tidak terjadi hal yang lebih fatal," ujar W.
Secara psikis, W mengatakan anak keduanya juga didiagnosa memiliki perilaku agresif, merusak dan kurang fokus akibat kekerasan yang dialaminya selama di Little Aresha.
Sementara itu, anak pertama W memiliki perilaku regresi sehingga masih suka mengompol dan BAB di celana di usia 7 tahun lebih ini.
"Hasil pemeriksaan psikolog, anak pertama yang sudah 7 tahun lebih ada regresi. Jadi, dia masih ngompol dan pup di celana. Anak kedua didiagnosa agresif, merusak dan kurang fokus," jelas W.
Penderitaan W pun kian berlapis, karena dampak psikologis ini tak hanya dirasakan anak-anaknya tetapi juga menyerang kesehatan fisik dan psikisnya secara langsung.
W juga harus menjalani konsultasi psikolog dan penyakit aritmia justru memburuk.
"Aku juga harus ke psikolog agar bisa kembali bekerja dan ketemu sama orang-orang. Aku sendiri memang ada ritmia, tapi gara-gara kasus ini jadi lebih buruk. Yang tadinya terkendali tanpa obat jadi muncul lagi," pungkas W.
Berita Terkait
-
5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate
-
Apa Itu Kacamata Photocromic? Cek 3 Rekomendasi Terlaris di Shopee dengan Review Jujur
-
Cerah Seketika! 5 Rekomendasi Serum Korea Kaya Vitamin C
-
3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?
-
Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Pramono Anung Minta Ancaman Teror Bom di Srengseng Sawah Didalami, Sekolah Harus Tetap Jalan
-
Tertangkap! Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Warga Sekitar
-
Konflik Polri-Kejagung Memanas, Benny K Harman Desak DPR Gulirkan Hak Angket
-
Tampang Lesu Sopir Angkot Bekasi yang Viral Ngamuk di Jalan Resmi Tersangka, Ini Motifnya
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Satgas PKH Tetap 'Ngegas' Amankan Hutan
-
Jeruk Makan Jeruk? Yusril Ingatkan Jaksa Patuhi Aturan di Perkara Febrie Adriansyah
-
Fakta Baru Kasus Little Aresha, Terungkap Bukti Foto Anak Diikat di Daycare Sudah Sejak 2022
-
Mendikdasmen Larang Perpeloncoan di MPLS 2026, Simak Pesan Lengkap Abdul Muti
-
Tak Hanya Menambah Pohon, Mengapa Kota Perlu Mengelola Ruang Hijau Secara Lebih Cerdas?
-
Cegah Konflik Kepentingan, Benny K Harman Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Febrie Adriansyah