Suara.com - Perubahan iklim yang membuat suhu Bumi menjadi semakin panas, tampaknya tidak berpengaruh pada satu petak air di Atlantik Utara yang justru membuat wilayah itu menjadi lebih dingin.
Disebut "cold blob" atau gumpalan dingin, ini telah menjadi topik yang menarik bagi para klimatologis sejak pertama kali ditemukan pada 2015. Sayangnya, kompleksitas sirkulasi laut membuatnya sulit untuk dijelaskan.
Namun sekarang, penelitian terbaru mengungkapkan penyebab hal tersebut dapat terjadi. Tim ilmuwan dari Max Planck Institute for Meteorology di Jerman menerapkan pemodelan iklim jangka panjang untuk mensimulasikan berbagai konfigurasi untuk menemukan penyebab yang cocok dengan suhu yang diamati.
Dilansir dari Science Alert, Jumat (3/7/2020), salah satu faktor yang telah diidentifikasi tidak mengejutkan karena mendukung penelitian sebelumnya, yang menunjukkan aliran air yang disebut Atlantic meridional overturning circulation (AMOC) telah melemah secara signifikan sejak pertengahan abad ke-20.
Saat bergerak dengan uap penuh, sirkulasi ini mengambil air permukaan yang hangat dan asin dari daerah tropis di dekat Teluk Meksiko di utara menuju pantai Eropa, lalu menukarnya dengan air tawar dingin yang disuplai dari es yang mencair.
Dengan suhu yang lebih hangat membuat air laut lebih ringan. Sementara itu, dosis air tawar yang baik mengalir dari pencairan es Kutub Utara dan curah hujan yang lebih tinggi juga akan menghambat arus sirkulasi dengan membentuk lapisan air yang kurang asin di permukaan.
Untuk mencari tahu hubungan antara iklim Bumi dan gumpalan dingin, para ilmuwan yang melakukan penelitian terbaru ini menggunakan model iklim planet terperinci untuk memasangkan variasi energi, karbon dioksida, dan air melintasi lautan, daratan, dan atmosfer.
Simulasi yang dijalankan melalui model ini memungkinkan para ahli melihat apa yang mungkin terjadi jika mereka memaksa AMOC untuk berputar dengan kecepatan penuh, meninggalkan atmosfer dan bertindak sebagai faktor yang mempengaruhi itu semua.
Hasilnya, ada efek kecil tapi nyata. Saat air hangat yang masuk mendingin, itu menghasilkan awan dataran rendah yang akan memantulkan radiasi masuk dan pada akhirnya mendinginkan permukaan lebih jauh.
Baca Juga: Ilmuwan Ungkap Umur Lempeng Tektonik Bumi
Selanjutnya, tim ilmuwan menjalankan skenario lain yang hanya melibatkan pengangkutan panas AMOC dan mendapati bahwa itu tidak hanya membawa lebih sedikit energi, tetapi juga membuang lebih banyak ke dalam arus air yang beredar di Arktik. Dengan kata lain, sirkulasi subpolar ini menambah kecepatan, menarik panas dari AMOC, dan membuat wilayah gumpalan dingin menjadi lebih dingin.
Untuk saat ini, para ilmuwan akan lebih memperhatikan kekuatan AMOC di tahun-tahun mendatang. Dengan mengetahui bagaimana gumpalan dingin ini beroperasi dalam iklim yang berubah, akan membantu manusia lebih memahami tentang berapa derajat suhu akan menghangat di masa mendatang. Penelitian ini telah dipublikasikan di Nature Climate Change.
Berita Terkait
-
Penelitian Terbaru: Tes Antibodi Covid-19 Tidak Disarankan
-
Ilmuwan Temukan Mutasi Baru Virus Corona, Lebih Berbahaya?
-
Ilmuwan Sebut Covid-19 Bisa Menginfeksi Sel Jantung
-
Penelitian Terbaru: Sinar Matahari Bisa Bunuh Virus Corona dalam 34 Menit
-
Penelilti: Negara Ini Kurang Peduli dengan Perubahan Iklim
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
Terkini
-
Update Harga iPhone April 2026: Diskon Besar hingga 30%, Ini Daftar Lengkapnya
-
6 Pilihan HP RAM 6 GB di Bawah Rp1,5 Juta pada April 2026, Multitasking Lancar Jaya
-
Video Detik-detik Tsunami Usai Gempa Sulut M 7.6, Muncul Peringatan di 10 Wilayah
-
3 Fitur Tersembunyi Samsung Galaxy S26 yang Diam-Diam Jadi Game Changer
-
Gempa Sulawesi Utara M 7.6 Picu Kehebohan, Warga Keluhkan Peringatan Tsunami Telat
-
59 Kode Redeem FF Terbaru 2 April 2026, Kesempatan Klaim AK47 dan Incubator Voucher
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 2 April 2026, Bonus FC Points dan Gems Menanti
-
Daftar Pemeran The Last of Us Season 3 Terungkap, Ada Pemain Anyar
-
Gempa Sulut M 7,6 Picu Peringatan Tsunami: Ada Gempa Susulan, Netizen Riuh di X
-
Terpopuler: HP Warna Oranye Mirip iPhone 17, HP Tahan Air Murah