Tekno / Sains
Selasa, 07 Juli 2020 | 13:30 WIB
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Sementara itu, NewScientist telah menarik perhatian pada makalah tahun 2016 tentang RaTG13 milik Harvard Medical School yang memperingatkan virus itu dapat bereplikasi di sel pernapaan manusia.

Para ilmuwan mengatakan penelitian lebih lanjut tentang virus itu terhalang oleh larangan pemerintah Amerika Serikat pada pekerjaan apapun yang mengubah virus dengan risiko yang bisa membuat virus lebih berbahaya.

China tidak memiliki larangan serupa. Pekerjaan yang dilakukan Shi dan timnya pada 2015 dideskripsikan sebagai percobaan pada virus Corona untuk melihat apakah virus itu bisa menjadi lebih menular.

Para ahli tidak setuju apakah RaTG13 bisa bermutasi menjadi virus Covid-19 hanya dalam beberapa tahun. Diyakini sejumlah akademisi telah menulis ke Nature dan meminta Institut Wuhan untuk mengklarifikasi dari mana sampel berasal, namun tidak ada tanggapan.

Load More