Suara.com - Temperatur rendah pada musim dingin, akan menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19.
Para ilmuwan dari India mengeksplorasi hubungan antara suhu rata-rata suatu negara dan jumlah kasus Covid-19.
Mereka menemukan hubungan signifikan antara negara-negara dengan kondisi lingkungan yang lebih dingin dan wabah skala besar.
Temuan itu dapat mengindikasikan masalah yang ada di cakrawala negara-negara belahan bumi utara, saat mereka memasuki musim dingin tahun ini.
Para peneliti mengatakan, musim panas dapat memberikan jendela terbaik untuk melawan virus.
Dalam studi mereka, ahli biokimia Chandi Mandal dari Universitas Pusat Rajasthan dan Mahaveer Singh Panwar dari Universitas Hindu Banaras, menyusun suhu rata-rata dan jumlah kasus Covid-19 aktif untuk berbagai negara. Data dikumpulkan dari akhir Maret hingga pertengahan April.
Duo ini menemukan bahwa negara-negara di iklim lintang tinggi / lebih dingin, secara signifikan lebih cenderung memiliki jumlah kasus virus corona lebih tinggi.
Sebaliknya, lebih sedikit kasus yang cenderung terjadi pada penghangat dan iklim lintang rendah.
"Semua pengamatan ini menunjukkan bahwa suhu rendah mungkin menjadi faktor risiko untuk kasus Covid-19," catat para peneliti dilansir dari Dailymail, Rabu (8/7/2020).
Baca Juga: Studi: Virus Corona Bisa Tertinggal di Sarung Bantal Pasien Covid-19
"Namun, pada saat ini, penelitian ini tidak dapat menjelaskan bagaimana beberapa negara dingin memiliki kasus infeksi virus corona yang relatif lebih tinggi," tambah mereka.
"Apakah hanya kedinginan atau ada faktor tambahan?"
Pekerjaan di masa depan, mereka menambahkan, harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah relatif masing-masing kasus kanker, diabetes, hipertensi dan obesitas.
Sebelumnya, para ahli menyarankan bahwa musim panas dapat memperlambat penyebaran virus corona. Hal ini mengutip manfaat tambahan produksi vitamin D dari sinar matahari untuk membantu respons kekebalan tubuh, bersama dengan peningkatan sinar UV yang dapat memperlambat penyebaran penyakit pernapasan.
"Penularan berbagai jenis virus tergantung pada suhu dan kelembaban udara," kata Profesor Mandal.
"Sementara analisis lebih lanjut diperlukan, jika suhu rendah merupakan faktor risiko untuk Covid-19, maka musim panas dapat mengurangi tingkat penularan dan infeksi," katanya.
Temuan lengkap dari penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Public Health.
Berita Terkait
-
Ilmuwan: WHO Meremehkan Transmisi Virus Corona Melalui Udara!
-
Mudah Jadi Tempat Penyebaran Covid-19, Ketahui Cara Aman Naik Lift!
-
Washington DC dan New York Masuki Fase Kedua Pembukaan Kegiatan Ekonomi
-
New Normal, Simak Risiko Terendah hingga Tertinggi Penularan Covid-19
-
Peneliti: Lama Waktu Cairan Bersin Mengering Pengaruhi Penyebaran Covid-19
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
POCO Pad C1 Muncul di Situs Resmi, Tablet Murah Terbaru Bersiap ke Indonesia
-
7 HP Snapdragon 8 Elite Gen 5, Performa Gahar untuk Gaming dan Multitasking
-
Resmi Tantang Xiaomi 15T Pro, iQOO 15T Andalkan Chip Flagship Terbaru dan RAM 16 GB
-
Pesaing MacBook, Microsoft Surface Laptop 2026 Meluncur dengan Fitur AI
-
Sharp Rilis Speaker Portable SASPro Series, Bisa Karaoke dan Live Band Tanpa Kabel
-
Game Anyar World of Tanks HEAT Segera Debut, Ada 15 Kendaraan Kustom
-
Bahaya Deepfake AI Mengancam Dokumen Digital, Tanda Tangan Elektronik Jadi Solusi Aman
-
4 HP Motorola RAM 8 GB dan Baterai Awet Seharian, Termurah Mulai Rp2 Jutaan
-
21 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 21 Mei 2026: Bocoran TOTS Rilis, Sikat Icon Marco Van Basten
-
Telkomsel Catat Laba Rp19,7 Triliun di 2025, Fokus Perkuat AI dan Ekosistem Digital Indonesia