"Kami berharap bahwa pemerintah melakukan lebih banyak pengujian, pengujian, dan pengujian, sehingga kami dapat melacak kasus-kasus ini," katanya lagi.
Di sisi lain, Prof Pandu telah menyerukan agar penggunaan tes reaksi berantai polimerase menjadi tiga kali lipat dan mengatakan penggunaan tes antobodi harus ditinggalkan.
Dia memperkirakan bahwa tanpa intervensi yang lebih kuat, wabah akan terus tumbuh hingga setidaknya sampai September dan Indonesia dapat mencatat hingag 4.000 kasus baru dalam sehari.
Upaya untuk mengendalikan virus juga dipersulit oleh stigma yang terkait dengan diagnosis positif, di mana sebagian besar orang khawatir itu akan mengakibatkan hilangnya pekerjaan. Pada Juni, ratusan pedangan di pasar tradisional di Bali, Sumatera, dan Jakarta menolak untuk melakukan pengujian.
Pentingnya mengadakan pemakaman secara muslim, di mana anggota keluarga mencuci tubuh jenazah, juga menimbulkan tantangan bagi langkah-langkah pengendalian penyakit. Sebagai contoh, dalam satu insiden di rumah sakit di Sulawesi, lebih dari 100 orang masuk ke bangsal rumah sakit, mengancam petugas, dan membawa jenazah seorang ustadz agar ia dapat dikuburkan.
Selain itu, menurut Arief Bakhtiar, seorang dokter spesialis paru-paru di Surabaya, keluarga-keluarga yang sulit menerima diagnosis Covid-19 juga salah satu aspek tersulit.
"Ada satu kasus yang saya alami ketika seorang perempuan meninggal karena virus Corona, tetapi semua anaknya tidak bisa menerimanya. Mereka menguburkannya dengan pemakaman keagamaan. Setelah dua minggu, saya mendengar dua anggota keluarga mereka meninggal, diduga karena Covid-19," kata Arief.
Lamanya penerimaan hasil tes pun membuat situsasi menjadi lebih sulit untuk memberikan bukti kepada keluarga bahwa almarhum memiliki Covid-19, meskipun Prof Amin Soebandrio, direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta, mengatakan perbaikan dalam proses laboratorium telah mempercepat pengiriman hasil.
Sedangkan di Surabaya, menurut Dr Brahmana Askandar, ketua Perhimpunan Dokter Indonesia di kota tersebut, mengatakan pemerintah daerah telah meningkatkan kesadaran akan perlunya menghindari keramaian dan mengenakan masker penutup wajah.
Baca Juga: Pakar Sebut Wabah Covid-19 di Beijing Terkendali, Tes Sejuta Orang Sehari!
"Kita bisa melihat beberapa hal membaik dalam dua minggu terakhir. Tetapi perilaku masyarakat pada akhirnya akan menentukan masa depan wabah," ucap Dr Brahmana Askandar.
Dalam laporan terakhir tentang Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah untuk memprioritaskan tes untuk pasien yang diduga terinfeksi virus, bukan orang yang sedang memulihkan diri, dan menyebut jumlah kematian "sangat tinggi" di antara kelompok ini.
Menurut data terbaru dari Johns Hopkins Coronavirus Resource Center pada Selasa (14/7/2020), saat ini Indonesia telah mencatat total kasus terkonfirmasi sebanyak 76.981 dengan kasus kematian 3.656.
Berita Terkait
-
Sst... Ilmuwan China Sebut Pemerintahannya Tutupi Wabah Covid-19
-
WHO: Masih Ada Harapan untuk Mengendalikan Wabah Covid-19
-
Studi: Penggemar Film Kiamat Lebih Tabah Hidup di tengah Pandemi Covid-19
-
Rekor! Kasus Positif Corona di Indonesia Melejit 1.863 Orang per Hari Ini
-
Sejarah Sejak Pandemi Maret! Hari Ini Sumut Nihil Kasus Baru Corona
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Kritik Manajer Riot Games ke IGRS: Keamanan Rentan, SDM Komdigi Sedikit dan Tak Memadai
-
LG Pamer Teknologi Zero Labour di InnoFest 2026, Rumah Pintar Serba Otomatis
-
5 HP Honor 5G Terbaru, Spek Ideal Buat Multistasking Berat dan Produktivitas
-
7 HP POCO RAM 8 GB Kamera Bagus Super Jernih, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP OPPO dengan NFC Termurah, Performa Kencang dan Tahan Banting
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi
-
Data Transaksi Digital Kompleks, Data Center ISC Makin Canggih
-
42 Kode Redeem FC Mobile 15 April 2026, Daily Gifts Pemain 117 dan 1.000 Rank Up Menanti
-
Harga Google Pixel 9 Terbaru April 2026 di Indonesia, Ini Keunggulannya