Suara.com - Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa upaya-upaya untuk mengendalikan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia terhambat oleh kurangnya pengujian, komunikasi yang buruk dari pemerintah, dan promosi penyembuhan yang palsu.
Indonesia menjadi negara yang paling tinggi dilanda wabah di Asia Tenggara, dengan sejauh ini telah mencatat lebih dari 74.000 kasus dan 3.535 kematian akibat virus, meskipun dikhawatirkan hal ini bisa menjadi perkiraan yang terlalu rendah. Sementara tingkat pengujian telah membaik, Indonesia tetap berada di angka yang terendah di dunia.
Jakarta dan Jawa Timur menjadi daerah yang terkena dampak virus terburuk di Indonesia, tetapi wabah telah menyebar ke seluruh negeri, mendorong seruan untuk pengawasan kesehatan masyarakat yang lebih ketat.
Menurut Profesor Pandu Riono, pakar penyakit menular di Universitas Indonesia, penularan akan terus meningkat kecuali masyarakat didesak untuk mengikuti aturan physical distancing.
"Tidak ada komunikasi perubahan perilaku serius yang dilakukan oleh pemerintah," kata Prof Pandu Riono, seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (14/7/2020).
Komentarnya mengikuti kritik terhadap Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian, yang memicu kontroversi dengan menyatakan bahwa kementerian telah mengembangkan kalung kayu putih (eucalyptus) yang membantu mencegah Covid-19. Klaim ini jelas ditolak oleh pakar penyakit.
Para ahli khawatir kurangnya kesadaran di antara masyarakat di beberapa daerah.
"Satu penelitian di Jakarta yang menyarankan beberapa orang bepikir bahwa mereka memiliki risiko rendah untuk terinfeksi. Di sana ada kesalahpahaman," kata Prof Pandu.
Presiden Joko Widodo memberikan peringatan "lampu merah" setelah terjadi peningkatan kasus pada minggu lalu dan mengatakan bahwa penularan akan meningkat lebih lanjut jika masyarakat tidak bekerja sama dengan melakukan langkah-langkah pencegahan.
Baca Juga: Pakar Sebut Wabah Covid-19 di Beijing Terkendali, Tes Sejuta Orang Sehari!
Pembatasan perlahan mulai dicabut di Indonesia. Bali sekarang menerima kembali wisatawan domestik dan berencana untuk membuka pintu bagi wisatawan internasional pada September mendatang.
Dr I Gusti Agung Ngurah Anom, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Denpasar, Bali, mengatakan kekhawatirannya tentang peningkatan besar dalam kasus penularan. Sejauh ini, lebih dari 2.000 kasus telah dicatat.
"Jumlah kasus telah melonjak, tetapi kami belum tahu kapan akan memuncak," katanya.
Ia menambahkan bahwa pekerja medis telah bekerja secara terus-menerus tanpa melepas pakaian pelindung mereka sama sekali selama delapan jam shift karena khawatir akan tertular virus.
"Kami hampir tidak punya waktu untuk minum atau buang air kecil, beberapa ada yang memakai popok," tambah Dr I Gusti Agung Ngurah Anom.
Ia mengatakan dalam beberapa kasus, pasien bahkan berbohong telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Hal itu membuatnya lebih sulit bagi petugas medis untuk menentukan risiko penularan.
Berita Terkait
-
Sst... Ilmuwan China Sebut Pemerintahannya Tutupi Wabah Covid-19
-
WHO: Masih Ada Harapan untuk Mengendalikan Wabah Covid-19
-
Studi: Penggemar Film Kiamat Lebih Tabah Hidup di tengah Pandemi Covid-19
-
Rekor! Kasus Positif Corona di Indonesia Melejit 1.863 Orang per Hari Ini
-
Sejarah Sejak Pandemi Maret! Hari Ini Sumut Nihil Kasus Baru Corona
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra, Mana yang Cocok untuk Anda?
-
Dolar Melejit, Ini 5 HP Paling Worth It di 2026: Ada yang Cuma Rp1 Jutaan
-
Update Harga HP Baru Rilisan 2026 dari Berbagai Merek, Mulai Rp1 Jutaan
-
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Spesial Akhir Pekan Banjir Rank Up Koin
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Cepat SG2 Golden dan MP40 Cobra
-
Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer