Suara.com - Nuklir bisa diolah menjadi sebuah tenaga yang besar untuk berbagai kebutuhan. Lupakan hasil teknologi "menyeramkan" seperti bom, atau radiasi. Pasalnya para ilmuwan bisa menggunakannya sebagai modal untuk kehidupan sehari-hari. Mulai pembangkit listrik, sampai modal dalam membangun koloni di Bulan dan Planet Mars. Atau di luar Bumi.
Dikutip dari New York Post, Minggu (26/7/2020), Departemen Energi Amerika Serikat menginginkan perusahaan swasta untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir yang memungkinkan manusia hidup di Bulan dan Mars. Bahkan, mereka menargetkan uji coba pertama proyek ini akan berlangsung pada 2026.
Permintaan resmi dari Departemen Energi AS ini muncul setelah para ahli energi dari NASA dan Laboratorium Nasional Idaho, mengevaluasi rencana mereka.
Semula, NASA menyanggupi untuk melakukan penelitian ini. Namun pada akhirnya, mereka terbentur dana penelitian dan keterbatasan teknologi, sehingga mereka membuka pintu kerjasama dengan perusahaan swasta.
Sebagai tahap awal, pemerintah akan membagi proyek penelitian ini menjadi dua fase, yaitu pengembangan desain reaktor nuklir dan membangun dua prototipe.
Satu prototipe akan dipakai untuk pengujian di Bumi dan satu lainnya akan benar-benar dikirimkan ke Bulan. Fase pengembangan desain reaktor nuklir juga mencakup rancangan sistem penerbangan dan pendaratan reaktor setibanya di Bulan.
Sejumlah persyaratan pembangunan reaktor nuklir pun mulai disiapkan Departemen Energi, misalnya setiap reaktor nuklir wajib memiliki usia hidup selama satu dekade dan mampu menghasilkan setidaknya 10 kilowatt tanpa gangguan.
Untuk sementara, pembangunan reaktor nuklir akan dilakukan di wilayah kutub selatan Bulan. Alasannya, karena pemerintah sudah mengantongi banyak informasi seputar wilayah ini.
Sayangnya, ambisi Departemen Energi tadi juga menuai kontra dari sejumlah pakar kimia. Pasalnya, mereka mengkhawatirkan bahwa salah satu unsur pembuat nuklir, yaitu uranium, disalahgunakan untuk pembuatan senjata nuklir.
Baca Juga: NASA Segera Luncurkan Robot Mobil Penjelajah ke Planet Mars
"Ini seperti dua sisi mata uang, bisa mendorong dan memulai perlombaan ruang angkasa internasional, atau membuat senjata nuklir baru dari uranium," tutup seorang ahli kimia.
Berita Terkait
-
Berapa Suhu AC Ideal agar Tidak Boros Listrik? Ini Trik biar Tagihan Tetap Hemat
-
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Genset Diesel vs Bensin: Mana yang Lebih Efisien untuk Rumah Tangga saat Mati Listrik?
-
Elektrifikasi Transportasi Kian Melaju, Target 10.000 Bus Listrik Didukung Ekosistem Terintegrasi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI