Suara.com - Bumi mendingin dengan cepat 13.000 tahun lalu dan alasan di balik ini adalah serangkaian letusan gunung berapi yang menyebabkan suhu global rata-rata turun 3° C. Sebelumnya, diyakini bahwa dampak meteorit bertanggung jawab, tetapi sebuah studi baru menemukan ini tidak benar.
Teori-teori sebelumnya didasarkan pada temuan geologis yang secara keliru dikaitkan dengan pendaratan batuan dari luar angkasa.
Namun, analisis baru dari sedimen batuan menunjukkan bahwa mereka justru datang dari jauh di dalam Bumi dan diproyeksikan ke permukaan melalui letusan dahsyat.
Periode pendinginan dunia dikenal sebagai Younger Dryas dan dikaitkan dengan pemukim manusia purba, serta kepunahan mamut berbulu.
Rekan penulis studi, Profesor Alan Brandon, dari University of Houston, mengatakan bahwa karya ini menunjukkan tanda geokimia yang terkait dengan peristiwa pendinginan tidak unik, tetapi terjadi empat kali antara 9.000 dan 15.000 tahun yang lalu.
"Jadi, pemicu untuk acara pendinginan ini tidak datang dari luar angkasa. Bukti geokimia sebelumnya untuk sebuah meteor besar yang meledak di atmosfer, sebaliknya mencerminkan periode letusan gunung berapi besar," terangnya dilansir Dailymail, Minggu (2/8/2020).
Letusan gunung berapi menyebarkan partikel ke atmosfer, yang memantulkan energi panas dari sinar matahari, menjauh dari permukaan.
Suatu periode 'pendinginan global' dapat mengikuti ledakan gunung berapi selama satu hingga lima tahun, tergantung pada kerangka waktu dan skala letusan.
Rekan penulis Profesor Steven Forman, dari Baylor University di AS, mengatakan bahwa The Younger Dryas, yang terjadi sekitar 13.000 tahun lalu, mengganggu pemanasan yang berbeda pada akhir zaman es terakhir.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Kerangka Mamut Utuh, Diduga Berusia Ribuan Tahun
"Iklim Bumi mungkin berada pada titik kritis di Younger Dryas, mungkin dari pelepasan lapisan es ke Samudra Atlantik Utara, peningkatan tutupan salju dan letusan gunung berapi yang kuat yang mungkin dalam kombinasi menyebabkan pendinginan Belahan Bumi Utara yang intens," jelasnya.
Analisis bahan kimia yang ditemukan di tanah di Hall's Cave di Texas Hill Country menemukan jejak unsur langka, termasuk osmium, iridium, ruthenium, platinum, palladium, dan renium.
Namun, mereka tidak dalam jumlah yang 'benar', telah ditambahkan oleh meteor atau asteroid.
Sebaliknya, geosignatures menunjukkan asal vulkanik, bukan ekstraterestrial.
Rekan penulis Dr Kenneth Befus juga di Baylor University menambahkan bahwa tanda ini kemungkinan merupakan hasil dari letusan besar di belahan bumi utara, termasuk gunung berapi di Aleutians, Cascades dan bahkan Eropa.
Para ahli mengatakan bahwa periode pendinginan berlangsung sekitar 1.200 tahun, terlalu lama disebabkan oleh satu peristiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
LG Roadshow 2026 Ungkap Tren Monitor Modern, dari UltraWide hingga Smart Monitor
-
4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
-
Vivo X Fold 6 Siap Guncang Pasar HP Lipat, Kamera 200 MP dan Baterai 6.900 mAh Jadi Andalan
-
Saat Sepak Bola Bertemu Teknologi, SSD Edisi Argentina Hadir untuk Era Konten Digital
-
4 Rekomendasi Smartwatch Desain Stylish, Cocok buat Olahraga atau Nongkrong
-
Dari Narik Ojol ke Bangku Kuliah, Gojek Berangkatkan Mitra Driver Kuliah Gratis di UI hingga UGM
-
Asus ROG Zephyrus Duo Resmi Meluncur, Laptop Rp129 Juta dengan Dua Layar OLED dan RTX 5090
-
5 Cara Menghilangkan Iklan di HP Android agar Lebih Nyaman dan Bebas Gangguan
-
Terpopuler: Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP, Kekayaan Elon Musk Saingi Bitcoin
-
Mengapa Peluncuran GTA 6 Begitu Lama? CEO Take-Two Kembali Buka Suara