Suara.com - Pemerintah Mesir mengundang Elon Musk, pengusaha di balik SpaceX dan Tesla, untuk berkunjung ke negara tersebut setelah ia mengatakan melempar guyon di Twitter bahwa piramida dibangun oleh alien.
"Alien yang membangun piramida," tulis Musk di Twitter, menyindir kelompok pendukung teori konspirasi dan memantik reaksi keras dari para sumbu pendek di media sosial tesebut.
Sebagian besar kelompok sumbu pendek itu adalah warga Mesir, yang meminta Musk memeriksa fakta dengan benar sebelum menulis di Twitter.
Tetapi Menteri Kerja Sama Luar Negeri Mesir, Raniaa al-Mashat yang dikenal sangat aktif di media sosial, memanfaatkan celotehan Musk sebagai peluang marketing.
"Saya mengikuti karya-karya Anda dengan penuh kekaguman. Saya mengundang Anda dan SpaceX untuk meneliti tulisan-tulisan tentang piramida dan juga datang untuk memeriksa makam para pembangun piramida," tulis Mashat yang juga mantan menteri pariwisata.
"Tuan Musk kami menantikan kedatang Anda," lanjut Mashat.
Musk kemudian mengunggah tautan BBC berisi sejarah piramida dan mengatakan bahwa artikel dalam tautan itu adalah ringkasan kisah soal pembangunan piramida.
Sektor pariwisata, salah satu sumber pendapatan utama Mesir, terperosok setelah negara itu diguncang gelombang revolusi Musim Semi Arab pada 2011. Industri turisme kembali terpukul akibat pandemi Covid-19 yang memaksa kompleks piramida ditutup selama tiga bulan dan baru dibuka kembali Juli kemarin.
Baca Juga: Ilmuwan Deteksi Sinyal Radio di Bima Sakti, dari Alien?
Berita Terkait
-
Menghitung Rumus Volume dan Luas Permukaan Limas: Belajar dari Keajaiban Piramida
-
Masih Diburu Polisi! Syekh Ahmad Al Misry Cabuli 5 Santri Pakai Iming-iming Kuliah di Mesir
-
Pelatih yang Pernah Berselisih dengan Messi Semaput Kena Tempeleng Istri
-
Daftar Negara Sahabat Ucapkan HUT RI ke-81, Mesir Hingga Jerman
-
Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
-
Kerja HR Makin Efisien, Cari Kandidat Tepat Tak Lagi Ribet
-
Cerita Heroik Warga Hadang Massa, Cegah Halte Petamburan Dibakar
-
Sincerely, Estafet Karya Legenda Jepang Haruomi Hosono Setelah Note of Mothership di Album ke-23
-
Ajarkan Anak Soal Uang Sejak Dini, Mulai dari Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
-
Isu Hercules Muncul di Tengah Kericuhan 27 Agustus, Polda Metro: Masih Didalami
-
Sepenggal Kisah Ketulusan Warga Jombang di Muktamar NU: Sumbang Beras, Sayur hingga Sapi
-
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: HAM Tak Jadi Acuan