Suara.com - Menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti internasional, Dome A atau Dome Argus, kubah es yang bertengger tinggi di Dataran Tinggi Antartika, bisa menjadi tempat terbaik melihat pemandangan langit malam paling jernih.
Sebuah teleskop terletak di lokasi terpencil itu, yang dianggap sebagai tempat terdingin di Bumi, dapat memperlihatkan pemandangan langit malam lebih jelas dan baik, daripada jika terletak di tempat lain.
"Sebuah teleskop yang terletak di Dome A dapat mengalahkan teleskop serupa yang terletak di situs astronomi lain di Bumi," kata Paul Hickson, astronom dan salah satu penulis studi dari University of British Columbia, seperti dikutip dari Space.com, Sabtu (8/8/2020).
Kombinasi dari ketinggian yang tinggi, dia menambahkan, suhu rendah, periode kegelapan yang terus-menerus, dan atmosfer yang sangat stabil, menjadikan Dome A lokasi yang sangat menarik untuk astronomi optik dan inframerah.
"Teleskop yang terletak di sana akan memiliki gambar yang lebih tajam dan dapat mendeteksi objek yang lebih redup," ujarnya.
Lokasi yang berada di sekitar setengah jalan antara Kutub Selatan dan pantai timur Antartika, atau sekitar 1.200 kilometer ke pedalaman dan dengan ketinggian 4 kilometer itu menjadi tempat pengamatan ideal karena beberapa alasan.
Salah satunya adalah turbulensi sangat lemah. Dalam astronomi, turbulensi atmosfer dapat sangat berdampak menurunkan kualitas gambar teleskop. Turbulensi lebih sedikit dianggap lebih baik dan turbulensi di Dome A cukup rendah.
Sekarang dengan suhu yang sangat dingin, embun beku adalah masalah lain yang muncul bagi para astronom yang ingin memasang teleskop di lokasi tersebut. Terlepas dari kesulitan teknis, tim ilmuwan berpikir bahwa Dome A dapat menjadi tempat pengamatan langit yang cukup spektakuler.
Teleskop yang dimiliki para ilmuwan dapat berfungsi sepenuhnya selama tujuh bulan. Tim ahli percaya bahwa instrumen lain dapat menahan suhu Antartika dengan minus (-) 90 derajat Celcius hingga minus (-) 98 derajat Celcius.
Baca Juga: Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Kebocoran Gas Metana di Antartika
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
35 Kode Redeem FC Mobile Aktif 7 Mei 2026, Klaim Star Shards dan Pemain OVR Tinggi
-
Makin Sengit, Honor dan Redmi Bersaing Rilis HP Baterai Jumbo hingga 12.000 mAh
-
Motorola Razr Fold Segera ke Pasar Asia, Bawa RAM 12 GB dan 16 GB
-
6 HP Midrange Terbaru Gahar Bersiap ke Indonesia: RAM 12 GB, AnTuTu Tembus 3 Juta
-
Bocoran Assassin's Creed Invictus Dibantah Ubisoft: Drama Kebenaran di Era AI
-
Xiaomi Unggah Teaser Redmi S: Kasta Misterius, Setara POCO X Series?
-
Adu Inovasi Negara Berkembang! BRICS Industrial Innovation Contest 2026 Resmi Dimulai
-
7 HP Snapdragon Terbaru yang Masuk Indonesia 2026, Spek Premium dan Performa Ngebut
-
Shokz OpenFit Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Headphone Open-Ear Canggih dan Baterai 50 Jam
-
Fans Timnas Merapat Rizky Ridho Hadir di Game Total Football VNG