"Jika Anda tidak peduli seberapa terlambatnya waktu hasil pengujian keluar dan Anda mengganti biaya pada tingkat yang sama, tentu saja mereka akn mengambil setiap pelanggan. Karena mereka menghasilkan uang yang konyol dan kebanyakan orang kayalah yang mendapatkan akses ke sana," katanya.
Ia melanjutkan, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak dapat berubah karena pemerintahan federal menetapkan sistem penggantian biaya dan sejauh ini, seruan untuk mengubahnya telah diabaikan.
"Ketika kami memberi tahu mereka untuk mengubahnya, mereka berkata 'sejauh yang kami tahu, kami hanya melakukan pekerjaan dengan baik'. Kami adalah satu-satunya negara di dunia yang menghabiskan uang paling banyak untuk pengujian. Perbaiki penggantiannya," tambah Bill Gates.
Menurut data yang dikumpulkan Proyek Pelacakan Covid-19, Amerika Serikat saat ini melakukan rata-rata sekitar 739.000 tes setiap hari. Ada lebih dari 4,9 juta tes positif yang tercatat di seluruh Amerika Serikat dan lebih dari 161.000 orang Amerika meninggal karena Covid-19.
Di sisi lain, Presiden Trump berulang kali membanggakan keberhasilan negaranya dalam hal pengujian. Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengatakan, Amerika Serikat harus mendapatkan kredit untuk pengujian yang ditingkatkan.
Terlepas dari kritiknya terhadap pengujian dan Gedung Putih, Bill Gates tetap berharap jalur cepat menuju vaksin, mengingat yayasannya menjanjikan 1,6 miliar dolar AS pada Juni kepada Global Alliance for Vaccines and Immunization, dengan 100 juta dolar AS dari sumbangan tersebut akan secara khusus mendanai vaksin virus Corona.
"Di China dan Rusia, mereka bergerak dengan kecepatan penuh. Saya yakin akan ada beberapa vaksin yang akan diberikan kepada banyak pasien tanpa tinjauan regulasi penuh di suatu tempat di dunia," ujar Bill Gates.
Menurutnya, FDA setidaknya sejauh ini berpegang teguh pada bukti kemanjuran vaksin yang diperlukan.
"Sejauh ini mereka berperilaku sangat profesional meskipun ada tekanan politik. Ironisnya adalah bahwa (Donald Trump) adalah seorang presiden yang skeptis terhadap vaksin," kata dia.
Baca Juga: Terbuai Klaim Trump, 100 Orang Meninggal Usai Konsumsi Hydroxychloroquine
Bill Gates juga menyoroti sebagian besar penggunaan media sosial yang disalahgunakan untuk menyebarkan konspirasi anti-vaksin.
Komentar Gates muncul ketika angka kematian di Amerika Serikat melebihi angka 161.000 pada Sabtu (8/8/2020), yang hampir seperempat dari jumlah kematian Covid-19 secara global. Sementara jumlah kasus positif di seluruh Amerika Serikat mulai mendekati angka lima juta.
Menurut laporan, rata-rata 1.000 orang Amerika Serikat meninggal setiap hari karena Covid-19. Presiden Donald Trump, sebaliknya, justru "meremehkan" kekuatan virus dan mengatakan bahwa virus akan hilang dan dia mendesak sekolah-sekolah di Amerika Serikat untuk dibuka kembali tepat waktu.
Berita Terkait
-
Bukan Wakunya Kampanye, Donald Trump Malah Sebut Joe Biden Menentang Tuhan
-
Tiga Remaja Tak Sengaja Masuk ke Resor Donald Trump, Bawa Senapan AK47
-
Nasib TikTok di Tengah Persaingan Teknologi AS-Tiongkok
-
Pertama Dalam Sejarah, Facebook Hapus Postingan Trump yang Menyesatkan
-
Ledakan Besar di Beirut, Donald Trump: Sepertinya Serangan yang Mengerikan
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar