Suara.com - Kepolisian Palm Beach menangkap tiga remaja lelaki yang tak sengaja masuk ke resor milik Presiden Amerika Donald Trump di Florida dengan membawa senapan AK47.
Menyadur BBC, Jumat (7/8/2020), para remaja berusia 15 tahun ini awalnya berupaya bersembunyi dari kejaran polisi.
Pihak kepolisian mengatakan insiden bermula ketika ketiga anak laki-laki ini parkir di lokasi sekitar tiga kilometer dari bangunan Mar-a-Lago.
Juru bicara kepolisian Palm Beach Michael Ogrodnick mengatakan mereka kabur setelah melihat ada petugas polisi yang mendekat.
Ketiganya lalu meninggalkan mobilnya dan lari setelah melihat kepolisian yang mengatur arus lalu lintas.
Sebab, para remaja ini mengira pengaturan jalan itu diupayakan untuk mempermudah penangkapan mereka.
Mereka berlari menuju properti Trump tapi dalam keadaan ketiganya tidak mengetahui siapa pemilik resor tersebut.
Berhenti di depan tembok resor, ketiga membuang ransel berisi senapan semi-otomatis ke dalam bangunan dan masuk ke sana.
"Mereka tidak tahu di mana mereka berada," ujar Ogrodnick.
Baca Juga: Nasib TikTok di Tengah Persaingan Teknologi AS-Tiongkok
Tiga remaja ini beruntung, sambung Ogrodnick, karena keluarga Trump sedang tidak ada di sana. Jika iya, para lelaki ini akan ditembak oleh agen rahasia.
Para remaja ini ditahan di pusat penahanan remaja, didakwa atas masuk tanpa izin dengan membawa senjata api, perampokan dengan senjata api, dan menolak penangkapan tanpa kekerasan.
Setelah Trump menjadi presiden pada 2017, semakin banyak gangguan yang terjadi di properti Mar-a-Lago.
Di antaranya, penangkapan seorang perempuan China yang membawa malware dan seorang pria yang berpura-pura menjadi anggota kru helikopter kepresidenan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra