Dan yakinlah, meskipun meteor menghantam atmosfer bumi dengan kecepatan 215.000 km per jam, mereka tidak menimbulkan bahaya.
"Luangkan waktu untuk melihat suguhan yang indah, bentangkan selimut, dan lihat ke langit," kata Bloomer.
"Ini sangat menenangkan" - dan itu terlihat dari seluruh dunia.
TIPS TERBAIK MENIKMATI PERSEID
Astronom Edward Bloomer merekomendasikan:
Pilih bidang langit yang luas menuju Timur dan Timur Laut. Jika Anda mengetahui konstelasi Anda, arahkan ke Perseus, dekat Cassiopeia. Mungkin terlalu rumit ya, jadi gunakan aplikasi untuk membantu Anda.
Melihat bintang lebih mudah sebelum pandemi (virus corona), tetapi Anda tetap dapat melakukannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan
Pilih tempat Anda saat senja, bentangkan selimut Anda, buat diri Anda nyaman dan tunggu sampai benar-benar gelap.
Anda perlu mematikan semua lampu, ponsel dan sumber polusi cahaya lainnya.
Baca Juga: Perhatikan Hal Ini Sebelum Lihat Hujan Meteor Perseid Besok!
Bersantai dan nikmati salah satu suguhan alam terbaik: Anda akan menyaksikan sekitar 100 meteor per jam, dan Anda bahkan mungkin akan menyaksikan bola api yang aneh.
Apa arti dari Perseid?
"Kami menyebutnya Perseid karena bintang-bintang yang jatuh tampak memancar dari konstelasi Perseus," kata Bloomer, tetapi fenomena tersebut telah diamati - dan dinamai - oleh begitu banyak budaya-budaya yang berbeda di masa lalu.
Dalam tradisi Katolik, peristiwa itu dikenal sebagai "Air Mata Saint Lawrence" yang mengacu pada Santo Laurentius, salah satu dari tujuh diakon kota Roma yang menjadi martir dalam penganiayaan orang-orang Kristen oleh Romawi tahun 258 AD (Anno Domini - Tahun Masehi).
Karena banyak orang-orang suci ini yang diduga dibakar hidup-hidup pada 10 Agustus, cerita rakyat Mediterania mengatakan bahwa bintang jatuh yang terlihat pada saat ini adalah sisa percikan api pembakaran tersebut.
Tetapi jauh sebelum orang Romawi, sudah ada beberapa catatan astronomi yang sangat akurat dari Persia, Babilonia, Mesir, Korea, dan Jepang - memberikan laporan rinci tentang hujan meteor ini.
Menjadi kepercayaan beberapa pihak bahwa pengamatan pertama Perseid yang tercatat berasal dari Dinasti Han di Cina, di mana para astronom di tahun 36AD menulis tentang suatu malam ketika "lebih dari 100 meteor terbang ke sana di pagi hari".
Tag
Berita Terkait
-
Solidaritas dengan Korban Gempa Flores, Pemerintah Tunda Pesta Kembang Api di Monas
-
Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026
-
7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal
-
Masa Sulit Berakhir, 4 Shio Ini Siap Sambut Peruntungan Baru pada 27 Agustus 2026
-
Nilai Strategis Selat Hormuz Semakin Terkikis, Iran di Ujung Tanduk
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak