Shelf Cloud terbentuk dengan proses serupa seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tapi di sepanjang batas antara arus udara hangat dan arus bawah dingin, di sinilah Shelf Cloud terbentuk.
Saat udara hangat terus naik di sepanjang perbatasan ini, udara menjadi dingin dan terjadi kondensasi yang menghasilkan pembentukan Shelf Cloud.
Sedangkan Roll Cloud memiliki tampilan yang sama seperti namanya. Meski begitu, Roll Cloud merupakan jenis Awan Arcus langka ditandai dengan formasi seperti bentuk tabung bundar yang bergulir, terbentuk pada ketingian yang sangat rendah dan tampak berputar pada sumbu horizontal.
Alasan terbesar kelangkaan Roll Cloud adalah bahwa kondisi cuaca harus mendekati sempurna agar oll Cloud terbentuk.
Dalam Cloud Atlas dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), sekarang secara resmi disebut Awan Volutus. Meskipun masih dipandang sebagai jenis Awan Arcus, WMO telah mengklasifikasikannya sebagai jenis awan yang sepenuhnya terpisah.
Uniknya, Roll Cloud adalah awan tersebut muncul sebagai awan independen soliter, benar-benar terlepas dari awan induk manapun. Pada kasus yang sangat jarang terjadi, Roll Cloud dapat muncul secara berurutan.
Roll Cloud juga bertindak seperti soliton dalam hal gerakannya. Soliton merupakan gelombang tunggal dengan puncak tunggal yang bergerak maju tanpa mengubah kecepatan atau ukurannya, membuat pergerakan Roll Cloud ringkas.
Perbedaan terbesar antara Shelf Cloud dan Roll Cloud adalah Roll Cloud merupakan bagian dari awan badai yang lebih besar dari tepi terdepan berkembang, sedangkan Roll Cloud adalah awan yang sepenuhnya independen, terlepas dari formasi awan apapun.
Formasi Morning Glory cloud bisa dibilang contoh terbaik dari formasi Roll Cloud. Ini adalah satu-satunya jenis Roll Cloud yang dapat diprediksi dengan pasti dan sering terjadi terutama di Australia Utara dan Teluk Carpentaria.
Baca Juga: BMKG Ungkap Fakta Fenomena Awan Berbentuk Tsunami di Aceh
Bentuk Roll Cloud sepenuhnya independen dari sistem awan yang lebih besar. Dalam banyak kasus, ini terjadi tanpa pengembangan awan yang signifikan.
Meskipun tidak secara fisik melekat pada awan induk, Roll Cloud masih terbentuk di ujung depan atau depan hembusan sistem badai. Dalam beberapa kasus, aliran bawah yang menyertai sistem badai membentuk jarak di depan tepi awan badai.
Akibatnya, Roll Cloud dapat terbentuk di perbatasan antara arus udara naik dan turun, tanpa adanya formasi awan badai yang lebih besar.
Namun, terkadang badai petir akan mereda dan menghilang sepenuhnya, hanya menyisakan arus naik dan turun. Pada akhirnya, awan tersebut dapat menyebabkan pembentukan Roll Cloud dalam cuaca cerah.
Secara garis besar, semua jenis Awan Arcus mengikuti pola yang sama dalam hal perkembangannya dan faktor-faktor yang terlibat dalam prosesnya. Meskipun secara fisik, dua jenis Awan Arcus ini sangat berbeda.
Berita Terkait
-
BMKG Ungkap Fakta Fenomena Awan Berbentuk Tsunami di Aceh
-
Awan Mirip Tsunami di Aceh Dipantik Dinamika Atmosfer
-
Fenomena Awan Tsunami Muncul di Aceh, BMKG Sebut Itu Awan Arcus
-
Fenomena Awan Tsunami di Meulaboh Aceh, BMKG Minta Nelayan Tak Melaut
-
Trending 'Awan Tsunami' Muncul di Langit Kota Meulaboh, Warganet Khawatir
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital
-
vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya
-
Harga Murah, Vivo TWS 5e Hadir dengan Baterai Tahan 55 Jam dan Fitur ANC
-
Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 dan REDMI Headphone Neo, Cek Harga dan Spesifikasi Lengkapnya
-
3 Tablet Acer Iconia Duo Debut di Computex 2026, Usung Layar OLED hingga 14,2 Inci
-
3 HP Rp2 Jutaan dengan Kamera Juara, Hasil Foto dan Video Bagus Anti Pecah
-
Dimensity 7500 Setara Snapdragon Berapa? Jadi Chipset Anyar HP Midrange Vivo
-
LOOPS Powerbank Lumi 10.000 mAh Resmi Meluncur, Powerbank Fast Charging 22,5W Harga Rp199 Ribu