Suara.com - Seekor paus bungkuk dilaporkan tersesat ke sebuah sungai yang dipenuhi buaya di wilayah Australia utara hingga 30 kilometer dan kini pihak berwenang tengah memandunya untuk kembali ke laut.
Para ahli meyakini, paus-paus itu melakukan migrasi laut tahunan ketika beberapa dari satwa mamalia tersebut "salah belok".
Dua paus kemudian bisa berenang keluar dari sungai, namun satu dari mereka masih berada di sana.
- Paus biru muncul di Sidney, pernampakan yang 'sangat langka' , 'ketiga kali dalam 100 tahun terakhir'
- Paus, anjing laut, burung jadi korban 'peralatan hantu' yang dibuang di laut
- Cerita penyelamatan 'surga biota laut' yang terancam hilang di India
Ini merupakan pertama kalinya seekor paus terlihat di sungai yang penuh buaya di Australia.
Mengingat perkiraan panjangnya yang mencapai 16 meter, paus bungkuk dianggap tidak mungkin diganggu oleh buaya-buaya itu.
Namun seorang pejabat pada hari Senin (14/09) mengatakan, risiko bisa meningkat jika paus itu terdampar di perairan dangkal.
Apa yang tengah terjadi?
Paus-paus ini terlihat pekan lalu di East Alligator River oleh orang-orang yang berperahu di Taman Nasional Kakadu - taman nasional terbesar di Australia dan terdaftar sebagai situs Warisan Dunia.
Pemandangan hewan yang berenang di sepanjang kelokan sungai yang berlumpur - jauh dari perairan terbuka - membuat penduduk setempat takjub.
"Ini adalah sesuatu yang belum pernah tercatat sebelumnya - tidak hanya di wilayah utara - namun (di) Australia. Ini benar-benar tidak biasa," kata Carole Palmer, seorang ilmuwan ekosistem laut untuk pemerintah wilayah itu.
Baca Juga: Selamatkan Istri, Pria Ini Nekat Jotos Hiu Putih Sepanjang 3 Meter
Sulit untuk menentukan apakah lebih dari satu paus membutuhkan bantuan karena "air sungai cokelat keruh", tambahnya.
Bagaimana paus-paus itu bisa sampai di sana?
Palmer mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation bahwa para ahli tidak yakin "mengapa paus ini salah belok" ke lepas pantai utara negara itu.
Diperkirakan mereka menuju selatan ke Antartika, namun keliru memasuki muara yang membawa mereka lebih jauh ke hulu sungai.
Paus-paus bermigrasi ke perairan yang lebih hangat di lepas pantai Australia selama musim semi untuk melahirkan sebelum kembali ke Antartika untuk mencari makan.
Apakah di sana berbahaya?
Meski sungai itu dipenuhi buaya air asin, para ilmuwan berharap di sana tidak terjadi pertarungan.
Namun jika paus terperangkap di perairan dangkal dan terdampar di tepi sungai "mereka menjadi santapan mudah," kata Palmer kepada ABC.
"Tidak mungkin kita bisa mengangkat paus bungkuk sepanjang 12-16 meter dari gundukan pasir dan berpotensi membuat buaya-buaya itu keluar."
Apa saja yang dilakukan pihak berwenang untuk membantu?
Untuk memandunya menuju laut, sejumlah perahu dilarang berlayar di sepanjang sungai.
Diharapkan paus tersebut akan pergi dengan sendirinya, tetapi paus itu tetap berada di sekitar bagian sungai yang paling dalam - sekitar 20 kilometer dari laut.
Palmer mengatakan pihak berwenang tengah mempertimbangkan beberapa cara untuk menariknya keluar, seperti memanfaatkan "suara bising" dari perahu-perahu yang berlayar di sekitar sungai atau rekaman suara paus bungkuk.
"Ini memang cukup rumit, namun semua orang benar-benar berupaya untuk memindahkannya dengan cara yang positif," katanya.
Berita Terkait
-
Tanggul Sungai Bremi Jebol, 300 KK di Pekalongan Terdampak Banjir
-
Tuntas! Warga dan Relawan Sukses Hijaukan Ratusan Hektare Lahan di Sekitar Sungai Bodri
-
Meniti Asa Menjemput Harapan saat Jalan Lintas Timur Kembali Berdenyut
-
Banjir Bandang Susulan, Bangunan TPA di Padang Pariaman Ambruk ke Sungai
-
Pemain Timnas Australia Klarifikasi Usai Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
21 Kode Redeem FC Mobile 11 Januari 2026, Dapatkan Ribuan Gems hingga Pemain Legendaris
-
Daftar 28 Kode Redeem FF 11 Januari 2026, Cek Bocoran Event Ramadan Lost Treasure
-
7 HP Kamera AI Terbaik Harga Rp1 Jutaan, Foto Auto Jernih Tanpa Editing
-
4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
-
Spesifikasi Up Phone, HP Buatan Indonesia yang Desainnya Mirip iPhone
-
5 HP Rp2 Jutaan Kamera Terbaik 2026 untuk Konten Kreator
-
Cara Membuat Subtitle Otomatis di CapCut untuk Video TikTok dan Instagram
-
Apa Perbedaan iPad Air dari iPad Pro? Ini 5 Rekomendasi Terbaik
-
Daftar Harga iPhone Januari 2026, Benarkah Lebih Mahal?
-
5 HP Murah di Bawah Rp1 Juta yang Masih Layak Pakai di 2026