- Kemenkes akan menggencarkan imunisasi MR anak PAUD/TK mulai pekan depan sebagai respons notifikasi WNA terpapar campak dari Australia.
- Penguatan imunisasi meliputi program kejar MR dan MR tambahan pada wilayah dengan cakupan rendah atau KLB.
- Data 2025 menunjukkan 116 KLB campak di 16 provinsi, Kemenkes juga memperkuat surveilans dan penanganan kasus.
Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan menggencarkan imunisasi measles rubella (MR) bagi anak PAUD dan TK mulai pekan depan. Langkah ini dilakukan setelah adanya notifikasi dari Australia terkait warga negara asing (WNA) yang terpapar campak usai melakukan perjalanan ke Indonesia.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan penguatan imunisasi menjadi respons untuk menekan risiko penularan sekaligus meningkatkan perlindungan pada kelompok anak.
“Penguatan imunisasi kita lakukan secara rutin dan imunisasi kejar MR, terutama pada wilayah dengan cakupan rendah. Kemudian pemberian imunisasi MR tambahan pada daerah-daerah dengan KLB tahun 2025–2026. MR tambahan ini merupakan crash program,” kata Andi dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/3/2026).
Selain imunisasi kejar, Kemenkes juga menargetkan peningkatan cakupan di wilayah dengan angka penolakan vaksin yang masih tinggi. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah, tokoh agama, serta organisasi profesi untuk memperluas edukasi mengenai pentingnya imunisasi.
Data Kemenkes menunjukkan pada 2025 terdapat 116 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terkonfirmasi laboratorium di 89 kabupaten/kota yang tersebar di 16 provinsi. Total kasus suspek mencapai 63.769 dengan 11.094 di antaranya terkonfirmasi laboratorium.
Dari jumlah tersebut, tercatat 69 kematian dengan fatality rate sebesar 0,1 persen. Lima provinsi dengan KLB terbanyak pada 2025 yakni Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Memasuki 2026, Kemenkes mencatat 21 KLB suspek campak di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi, serta 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium di 9 kabupaten/kota yang tersebar di 6 provinsi.
Hingga minggu ke-7 tahun ini, terdapat 8.224 kasus suspek termasuk 572 kasus terkonfirmasi laboratorium. Empat kasus dilaporkan meninggal dengan fatality rate 0,05 persen.
Adapun lima provinsi dengan KLB terbanyak pada 2026 yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Baca Juga: Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans
Selain percepatan imunisasi, Kemenkes juga memperkuat surveilans dan tata laksana penanganan campak, mulai dari isolasi pasien, pemberian obat serta vitamin A, hingga kesiapan rumah sakit apabila muncul komplikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Frans Putros Hengkang, Ini Respon Pelatih Persib Bandung
-
Mau Punya Rumah Murah? Intip Program BRI KPR Solusi dengan Harga di Bawah Pasar
-
Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan
-
Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit
-
Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara
-
Citra Koperasi Dirombak, Regenerasi Ada di Tangan Gen Z
-
Bikin Jenderal Cengar-cengir, Prabowo Tanya Panglima TNI dan Kapolri Soal Potong Anggaran: Rela?
-
Tak Sekadar Antar BBM, Truk Tangki Pertamina Dipantau 24 Jam Nonstop
-
Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green
-
Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari