Suara.com - Tim peneliti Australia pada Selasa (6/10) mengungkapkan bahwa mereka telah mengembangkan teknologi yang dapat mengekstraksi materi genetika penting, untuk diagnosis Covid-19 yang akurat hanya dalam waktu 30 detik.
Teknologi itu menggunakan mesin portabel seukuran telapak tangan dan "tongkat celup" (dipstick), berbiaya rendah yang dapat diproduksi massal menggunakan alat pembuat pasta rumahan.
Teknologi tongkat celup yang dikembangkan oleh Profesor Jimmy Botella dan Dr. Michael Mason dari University of Queensland, Australia, tersebut dapat melakukan pemurnian asam nukleat DNA dan RNA dari sampel-sampel pasien, yang merupakan langkah penting dalam diagnosis Covid-19 dan membuat diagnosis molekuler lengkap dalam waktu 40 menit, tanpa harus membangun laboratorium besar.
"Saat ini, proses itu dicapai menggunakan pengaturan komersial besar dan mahal yang membutuhkan prosedur multitahap dan peralatan laboratorium khusus," ujar Botella dilansir laman Xinhua, Kamis (8/10/2020).
"Sebaliknya, teknologi tongkat celup kami sangat murah dan dapat digunakan hampir di mana saja, tanpa membutuhkan peralatan khusus atau sebuah laboratorium."
Proses diagnosis tersebut hanya menggunakan dua komponen utama, yakni mesin diagnosis sangat portabel yang dapat ditenagai dengan sambungan pemantik rokok dan tongkat celup yang dibuat menggunakan alat pembuat pasta, lilin, dan kertas saring.
Karena kedua komponen itu berbiaya rendah dan dapat digunakan hampir di mana saja, tanpa membutuhkan lingkungan laboratorium. Tim peneliti berharap, penerapan teknologi tersebut dapat membantu negara-negara berkembang untuk membendung penyebaran virus corona dengan lebih baik.
Berita Terkait
-
Solusi Keamanan Rumah Menggunakan Perangkat RFID
-
Jepang, AS, Australia, dan India akan Duduk Bareng Bahas Cara Hadapi China
-
Inovasi Teknologi Penyiraman Tanaman Tauge Otomatis Berbasis IoT
-
Teknologi Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis Mikrokontroler
-
Sulit Cari Kerja saat Pandemi, Warga Australia Rela Jadi Tukang Cuci Piring
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation