Suara.com - Twitter mengatakan, akan menghapus cuitan yang mengajak orang-orang untuk mengganggu proses pemilihan presiden Amerika Serikat (AS), termasuk melalui kekerasan, dengan menambahkan lebih banyak pembatasan untuk memperlambat penyebaran informasi yang salah.
Sebagaimana melansir laman Antara, Sabtu (10/10/2020), Twitter mengatakan, pengguna akan mendapatkan label yang mengarahkan mereka ke informasi yang dapat dipercaya, sebelum me-retweet konten yang telah diberi label menyesatkan.
Twitter akan menambahkan lebih banyak peringatan dan pembatasan pada cuitan dengan label informasi menyesatkan dari tokoh politik AS, termasuk kandidat, serta akun yang berbasis di AS dengan lebih dari 100.000 pengikut atau yang punya "keterlibatan yang signifikan."
Twitter, yang baru-baru ini sedang menguji bagaimana membuat label yang lebih jelas, mengatakan orang-orang harus memanfaatkan label peringatan tersebut saat melihat cuitan. Pengguna juga hanya dapat melakukan "quote tweet," karena like, retweet dan balas cuitan akan dinonaktifkan.
Twitter mengatakan, telah memberi label pada ribuan unggahan yang menyesatkan, meskipun sebagian besar perhatian tertuju pada label yang ada pada tweet Presiden AS Donald Trump.
Twitter juga mengatakan akan memberli label pada tweet yang secara palsu mengklaim kemenangan bagi kandidat mana pun. Twitter mengumumkan sejumlah langkah sementara untuk memperlambat amplifikasi konten.
Berita Terkait
-
Warganet Serukan Blokir Twitter dan IG DPR RI karena UU Cipta Kerja Sah
-
Twitter Larang Warganet Doakan Donald Trump Meninggal karena Covid-19
-
Awas! Twitter Ancam Siap Suspend Akun yang Mengharapkan Kematian Trump
-
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Positif Covid-19
-
Komplain Pengiriman Barang Lama, Jawaban Penjual Online Bikin Ngakak
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki