Suara.com - Fisikawan pemenang hadiah Nobel, Sir Roger Penrose, mengklaim bahwa ada alam semesta lebih awal sebelum Big Bang dan bukti keberadaannya masih dapat diamati di lubang hitam.
Sir Roger membuat klaim tersebut setelah baru-baru ini memenangkan penghargaan untuk terobosan, dalam teori relativitas umum Einstein dan bukti keberadaan lubang hitam.
Sir Roger berpendapat bahwa keberadaan titik-titik radiasi elektromagnetik yang tidak dapat dijelaskan di langit, yang dikenal sebagai Titik Hawking, adalah sisa-sisa dari alam semesta sebelumnya.
Ini adalah bagian dari teori "konformal siklik kosmologi" alam semesta dan disebutkan bahwa titik-titik ini adalah pengenyahan akhir energi yang disebut radiasi Hawking, ditransfer oleh lubang hitam dari alam semesta yang lebih tua.
Lubang hitam sendiri merupakan wilayah ruang tempat materi telah runtuh dan memiliki gaya gravitasi yang sangat tinggi, sehingga cahaya pun tidak bisa lepas.
Peristiwa seperti itu mungkin telah terjadi di pusat galaksi, Reinhard Genzel dan Andrea Ghez yang berbagi hadiah Nobel dengan Sir Roger, menawarkan bukti paling meyakinkan tentang lubang hitam supermasif di tengah Bimasakti.
Ada kemungkinan bahwa skala waktu untuk penguapan menyeluruh lubang hitam bisa lebih lama dari usia alam semesta saat ini dan karenanya, itu tidak dapat diprediksi.
"Saya mengklaim bahwa ada pengamatan radiasi Hawking. Big Bang bukanlah awal. Ada sesuatu sebelum Big Bang dan sesuatu itulah yang akan kita miliki di masa depan," kata Sir Roger, seperti dikutip Independent, Senin (12/10/2020).
Sir Roger menambahkan bahwa akan ada lubang hitam serupa yang menguap, melalui penguapan Hawking dan akan menghasilkan titik-titik di langit yang disebut Titik Hawking.
Baca Juga: Astronom Temukan Lubang Hitam Monster Penjebak 6 Galaksi
"Kami melihat mereka. Titik-titik ini berukuran sekitar delapan kali diameter Bulan dan merupakan daerah yang agak hangat," tambah Sir Roger.
Namun, banyak yang mengkritik gagasan tersebut dan keberadaan jenis radiasi dari lubang hitam ini belum dapat dikonfirmasi.
Selain itu, jika alam semesta besar tak terhingga dalam satu eksistensi harus menjadi alam semesta kecil tak terhingga di alam semesta berikutnya, semua partikel harus kehilangan massanya seiring bertambahnya usia alam semsta.
Menurut kosmologi standar, alam semesta mengalami ekspansi singkat atau "inflasi" Big Bang, yang akan menghilangkan ketidakteraturan dalam struktur alam semesta.
Sebagai tanggapan, Sir Roger mengatakan bahwa sebelumnya lubang hitam juga dianggap hanya ada dalam matematika, sampai keberadaannya dalam kenyataan telah terbukti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Akal-akalan Peredaran Tramadol Ilegal di Jatim, Dijual di Marketplace Jadi Sparepart
-
140 Sekolah SMA/SMK di Lampung Bersolek Total Tahun Ini
-
Kanwil Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi dengan Pemkab Simalungun
-
Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi
-
Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor
-
Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban
-
Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang