Suara.com - Seekor burung godwit ekor belang (Limosa lapponica), terbang selama 11 hari tanpa henti dari Alaska ke Selandia Baru. Dia menempuh jarak 12.000 kilometer dan memecahkan rekor dunia, sebagai penerbangan nonstop terpanjang di antara burung yang diketahui para ilmuwan.
Menurut National Audubon Society, Godwit ekor belang adalah burung yang besar, berisik, dan berwarna seperti kayu manis. Burung jenis ini dikenal melakukan migrasi antara Alaska dan Selandia Baru. Tetapi seekor burung tertentu, didorong oleh angin timur yang memperpanjang perjalanannya, telah terbang lebih lama dari burung sejenisnya yang diketahui hingga saat ini.
Para ilmuwan melacak godwit jantan yang dikenal sebagai 4BBRW lewat cincin identifikasi berwarna di kakinya melalui tag satelit onboard. Pada tahun 2019, para ahli menangkap dan menandai 4BBRW bersama dengan 19 godwit ekor belang lainnya di Firth of Thames, Auckland.
Burung ini diketahui memulai perjalanannya dari barat daya Alaska pada 16 September setelah menghabiskan beberapa bulan untuk makan di dataran lumpur Alaska. Menurut The Guardian, meskipun burung ini bertambah berat, hewan itu diketahui mengecilkan organ internal untuk migrasi sehingga dapat melakukan perjalanan dengan ringan.
Setelah meninggalkan Alaska, godwit terbang ke selatan di atas Kepulauan Aleut dan mendarat di sebuah teluk di dekat Auckland, Selandia Baru, 11 hari kemudian.
Satelit menunjukkan waktu perjalanan pada 12.854 kilometer. Tetapi kesalahan pembulatan mungkin perjalanan sebenarnya mencapai 12.200 kilometer. Terkadang, burung itu terbang hingga 89 kilometer per jam.
Sebelumnya, penerbangan nonstop terpanjang yang tercatat di antara burung dilakukan oleh godwit ekor belang betina, yang terbang sekitar 11.500 kilometer dalam waktu sembilan hari pada 2007.
Burung dengan jenis ini memang selalu melakukan perjalanan panjang.
"Mereka memiliki tingkat bahan bakar-ke-energi yang sangat efisien. Mereka dirancang seperti jet tempur. Sayap panjang, runcing dan desain yang sangat ramping, yang memberi mereka banyak potensi aerodinamis," kata Jesse Conklin, ilmuwan yang terbagung dalam Global Flyway Network dan mempelajari migrasi tersebut, seperti dikutip Live Science, Senin (19/10/2020).
Baca Juga: Sultan! Burung Merpati Hilang, Orang Ini Buat Sayembara Berhadiah Rp10 Juta
Perjalanan ini tidak hanya mengesankan tetapi juga memiliki makna budaya bagi orang-orang di Selandia Baru.
Bagi suku Maori, penduduk asli Polinesia di Selandia Baru, burung-burung godwit yang mereka sebut kuaka adalah tanda bahwa keberuntungan akan datang dan kembalinya kuaka juga menandai awal musim semi.
4BBRW dan burung sejenisnya diprediksi memulai perjalanan kembali ke Alaska pada Maret, tetapi kemungkinan akan melakukan pitstop di sekitar China selama sekitar satu bulan untuk mencari makan.
Berita Terkait
-
Jet Tempur China Jatuh Setelah Menabrak Burung
-
Remaja Ini Pecahkan Rekor Dunia, Panjang Kakinya Capai 1,3 Meter!
-
Ucapan Fahri ke DPR Disentil: Sekedar Ngomong Mah Burung Beo Juga Bisa Bang
-
Fosil Bulu Tertua di Dunia Terungkap Milik Dinosaurus Burung Pertama
-
Penunggang Motor Sport Menabrak Penyebrang Jalan, Burung Lepas Bikin Salfok
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut