Suara.com - Di tengah pro dan kontra pengesahan UU Cipta Kerja, mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta para pimpinan dan anggota DPR periode sekarang untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Fahri mengingatkan mereka dipilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
"Pimpinan dan anggota DPR jangan lepas tangan. Kalian dipilih untuk menanggung perasaan dan aspirasi rakyat. Bertemulah dengan rakyat dan jangan lari. Kita harus mau dialog dan berbicara," kata Fahri yang kini mendirikan Partai Gelora Indonesia.
Dalam pernyataan yang disampaikan di media sosial, Fahri Hamzah menekankan pula soal pentingnya menjaga kelugasan dan kejujuran.
"Yang tidak boleh hilang dari kita adalah kelugasan. Perlambang ketinggian budi dan hati nurani. Yang benar tetap benar. Yang salah tetap salah. Meski cara kita mengeja politik sering terbata-bata oleh sopan santun alakadarnya. Tapi yang tidak boleh hilang adalah kejujuran," kata Fahri.
Fahri juga mengingatkan bahwa masyarakat yang dulu bersimpati bisa berubah menjadi lawan ketika yang mereka dukung menang lantas tak lagi mendengarkan aspirasi.
"Bangsa tidak boleh memelihara kegersangan... harus ada jalan bagi kebaikan itikad, bagi kesejukan tutur kata karena siapa yang menabur kemarau panjang ia mudah terbakar... lidah api akan menjalar di seantero kota dan bermula dari kekeringan hati para pemimpin... Apakah kalian mengerti wahai pejabat dan wakil rakyat?" kata Fahri.
Rangkaian kata-kata yang disampaikan Fahri melalui media sosial mendapat banyak tanggapan dari publik internet. Sejumlah netizen sependapat dengan pikiran Fahri, tetapi sebagian lagi menganggapnya cuma pandai berteori.
"Jangan cuma ngomong doang om... yang kita perlukan dari abang tindakan nyata mengingat UU Cilaka juga udah disahkan oleh DPR," kata seorang netizen.
Sementara netizen yang lain teringat apa yang diucapkan Fahri mirip seperti ketika seseorang sedang kampanye untuk mengikuti pemilu.
Baca Juga: Mahasiswa Makassar Akan Kembali Gelar Unjuk Rasa Hari Ini
"Kata-katanya mirip kata-kata pejabat ketika mau nyagub atau nyapres. Sekedar ngomong mah burung beo juga bisa bang," kata dia.
Berita Terkait
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Indonesia Mau ke Piala Dunia 2030? DPR: Syaratnya Satu, Siapkan Anggaran
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
-
JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka
-
Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan
-
Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz