Suara.com - Para ilmuwan menemukan fosil dua bayi yang baru lahir, sebagai kasus kembar identik paling awal dari sebuah kuburan. Penemuan ini menandai contoh paling awal dari kembar monozigot yang dikonfirmasi oleh analisi DNA purba fosil tersebut.
Ditemukan di situs Gravettian Krems-Wachtberg di Austria, fosil bayi kembar itu dimakamkan di samping bayi berusia 3 bulan yang merupakan kerabatnya, kemungkinan sepupu pertama.
Fosil tersebut berasal dari periode Upper Palaeolithic dan sangat langka. Temuan ini mengungkap praktik penguburan manusia purba dan telah dipublikasikan di jurnal Communications Biology.
Kota Krems di Austria merupakan rumah bagi kelompok pemburu dan pengumpul keliling sekitar 30.000 hingga 40.000 tahun lalu. Dalam situs tersebut, para ahli menemukan perapian besar dengan lubang terhubung, penguburan bayi, dan artefak yang terkubur sedalam 5 meter.
Tim arkeologi menggunakan penanggalan radiokarbon untuk mengonfirmasi perkiraan, tetapi penemuan penguburan bayi menyimpulkan bahwa situs tersebut adalah pemukiman Gravettian/Pavlovian.
Makam dari fosil bayi kembar itu berbentuk oval dan masing-masing fosil tertanam dalam oker warna merah serta diletakkan berdampingan menghadap ke timur dengan tengkorak mengarah ke arah utara.
Mayat-mayat itu dikubur bersama dengan 53 manik-manik yang terbuat dari gading mammoth. Manik-manik tersebut berukuran seragam dan tidak menunjukkan tanda-tanda aus, yang berarti dibuat sebagai persembahan untuk dua bayi tersebut.
Setelah bayi ditempatkan di kuburan, itu tidak ditimbun dengan tanah melainkan ditutup dengan menggunakan tulang belikat mammoth. Metode penguburan seperti ini dapat membuat mayat diawetkan dengan baik sehingga memungkinkan para ahli untuk melakukan analisis DNA menggunakan gigi bayi yang baru lahir.
Hasil para ilmuwan mengungkapkan bahwa fosil bayi kembar adalah bayi yang baru lahir dan menandai contoh paling awal dari kasus kembar monozigot karena kedua DNA identik.
Baca Juga: Peneliti China dan Jerman Temukan "Obat" Herbal Gejala Covid-19
Dilansir dari IFL Science, Rabu (11/11/2020), salah satu bayi yang baru lahir meninggal saat dilahirkan sementara kembarannya mampu bertahan selama kurang lebih 50 hari.
Sementara itu, bayi lainnya yang berusia 3 bulan ditemukan di kuburan kedua yang lebih panjang dan lebih sempit di situs tersebut. Makam ini juga berisi bukti perhiasan untuk mayat tersebut, termasuk peniti jam yang diduga terbuat dari gading mammoth.
Kali ini, kuburan ditimbun kembali dengan tanah sehingga membuat fosil tidak terawetkan dengan baik dibandingkan dengan kuburan bayi kembar.
Temuan ini adalah wawasan yang menarik tentang perilaku penguburan mayar Gravettian karena kuburan bayi kembar harus dibuka kembali dan memanipulasi isinya untuk memberi ruang bagi kembaran lainnya.
Berita Terkait
-
Ilmuwan Temukan Kembaran Bulan yang Hilang
-
Ilmuwan Kembangkan Vaksin Covid-19 Bisa Picu Kekebalan 10 Kali Lebih Kuat
-
Berumur 50 Juta Tahun, Fosil Kaki Ini Ungkap Burung Terbesar di Dunia
-
Penelitian Terbaru Sebut Penurunan Kekebalan terhadap Covid-19
-
Ilmuwan Ungkap Jenis Bahan Masker Wajah Buatan Sendiri Paling Efektif
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Fallout Season 3 Bakal Tambah Bintang Anyar, Game Baru Tim Cain Sedang Dipersiapkan
-
Terpopuler: HP Rp1,2 Jutaan Terbaik Juni 2026, 5 Rekomendasi Solar Panel untuk Rumah
-
7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat
-
77 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Juni 2026: Klaim Evo Woodpecker dan Gloo Wall Football
-
5 Solar Panel Terbaik untuk Cadangan Daya Listrik di Rumah, Harga Mulai Rp18 Ribuan
-
Harga Redmi K90 Ultra Hampir Setara POCO X8 Pro Max, tapi 'Rasa Snapdragon'
-
Pre-Order GTA 6 Resmi Hadir Pekan Ini: Bocoran Harga dan Cuplikan Anyar Beredar
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?
-
Era Digital Banjiri Keinginan, Pengamat Ingatkan Pentingnya Mengelola Hasrat