Tekno / Sains
Rabu, 11 November 2020 | 11:29 WIB
Ilustrasi Bimasakti. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan telah berulang kali mendeteksi sinyal radio cepat berulang dari luar angkasa, yang disebut Fast Radio Burst (FRB). FRB adalah sebuah semburan emisi radio berbentuk gelombang panjang yang berlangsung beberapa milidetik. Dalam ilmu astronomi, sinyal itu merupakan sebuah fenomena astrofisika berenergi tinggi berasal dari sumber yang tidak diketahui.

Namun kini para ahli mengonfirmasi dalam tiga penelitian bahwa FRB telah terdeteksi berasal dari sumber di dalam galaksi Bimasakti sendiri. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature melaporkan, peristiwa ini terjadi di magnetar (sejenis bintang neutron dengan medan magnet luar biasa) yang terletak di Bimasakti.

Pada 28 April 2020, Canadian Hydrogen Intensity Mapping Experiment (CHIME) dan The Survey for Transient Astronomical Radio Emission 2 (STARE2) di Amerika Serikat, mendeteksi FRB 200428 yang berasal dari wilayah langit yang sama.

Penelitian pertama mengemukakan magnetar SGR 1935+2154 yang terletak 30.000 tahun cahaya sebagai penyebab FRB 200428. SGR 1935+2154, merupakan sisa-sisa bintang kuno di konstelasi Vulpecula. Magnetar melepaskan ledakan yang sangat energik ini selama kurang dari satu milidetik.

Asal sinyal radio pertama. [Eurekalert.org]

Energi dari peristiwa ini cocok dengan fenomena yang telah dilihat dari FRB lain, tetapi semua FRB yang terdeteksi sejauh ini berasal dari luar Bimasakti, kecuali sinyal yang satu ini. Jaraknya yang relatif dekat memungkinkan para ahli menemukan lebih banyak petunjuk tentang asal mula peristiwa tersebut.

Penelitian kedua dari tim STARE2 sependapat dengan temuan CHIME dan mengeksplorasi misteri energinya. FRB 200428 merupakan ledakan radio paling energik di Bimasakti. Tetapi pada saat yang sama, itu 30 kali lebih lemah daripada FRB ekstragalaktik terlemah yang pernah ditemukan.

"Ini adalah pertama kalinya kami dapat menghubungkan salah satu semburan radio cepat yang eksotis ini ke satu objek astrofisika," kata Profesor Kiyoshi Masui, ilmuwan yang memimpin analisis tim CHIME tentang kecerahan FRB, seperti dikutip IFL Science, Rabu (11/11/2020).

Para ilmuwan dapat menghubungkan FRB ke magnetar karena aktivitas dari magnetar. Sementara fokus penelitian ketiga adalah mencari sumber yang dikenal untuk memberikan wawasan luas, tentang hubungan antara FRB dan peristiwa energik lainnya.

Dalam pengamatan ini, tim melaporkan lusinan penelitian di bagian langit yang sama menggunakan Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescope (FAST) di China. FAST tidak mengamati wilayah ketika magnetar memancarkan FRB, tetapi mengamati SGR 1935+2154 selama 29 semburan sinar gamma pendek.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Fosil Pertama dari Kasus Kembar Identik

Dalam semua penelitian tersebut, teleskop tidak pernah mendeteksi FRB. Ini menunjukkan bahwa FRB yang terkait dengan semburan sinar gamma pendek jarang terjadi.

FRB yang diamati pada 28 April 2020 tersebut berasal dari sisa-sisa di Bimasakti dan terkait dengan pasangan sinar-X yang sangat terang. Deteksi ini penting karena menjadi FRB pertama yang terdeteksi di dalam Bimasakti dan yang pertama dihubungkan ke sumber yang diketahui.

Load More