Suara.com - Timnas DOTA 2 selaku perwakilan Indonesia memutuskan walk out dari kejuaran dunia, IESF World Championship 2020 wilayah Asia Tenggara. Cukup mengecewakan, alasan mundurnya timnas Indonesia ini karena masalah koneksi internet buruk.
Walk out yang dilakukan timnas DOTA 2 Indonesia diambil pada saat berhadapan dengan timnas DOTA 2 Filipina di babak kualifikasi IESF World Championship 2020 wilayah Asia Tenggara.
Alasan mundurnya timnas DOTA 2 Indonesia ini adalah masalah koneksi internet buruk, padahal pertandingan berlangsung secara online akibat masa pandemi.
Keputusan walk out yang diambil timnas DOTA 2 Indonesia ini disampaikan Indonesia eSports Association (IESPA) melalui laman Facebook-nya.
Pengelola akun Facebook tersebut menyebutkan bahwa timnas DOTA 2 Indonesia mengalami kesulitan masuk ke arena permainan karena masalah internet yang buruk sehingga tidak bisa diakses.
''Mohon maaf, kendala internet di lapangan, anak-anak kesulitan masuk lobby sehingga telat dan di walk out di match lawan Filipina,'' ungkap akun tersebut.
Kabar ini jelas saja ditanggapi beragam oleh penikmat game Indonesia. Karena koneksi internet yang mengecewakan, timnas DOTA 2 Indonesia justru tidak diberi kesempatan untuk membanggakan negaranya.
Dalam babak kualifikasi IESF World Championship 2020 wilayah Asia Tenggara, timnas DOTA 2 Indonesia berada dalam satu grup dengan Vietnam, Myanmar, Thailand dan Filipina.
Timnas DOTA 2 Indonesia dijadwalkan akan berhadapan dengan Myanmar di ronde kelima gelaran IESF World Championship 2020 mendatang.
Baca Juga: Pamit dari The Prime, InYourDream Resmi Gabung Skuat EVOS
Berita Terkait
-
Video Parodi Dota 2 Vs Mobile Legends, Fans Malah Berantem
-
Battle Pass 2020 Dota 2 Diungkap, Setelah The International Batal
-
Valve Umumkan Gelaran The International 2020 Ditunda
-
Pendaftaran ONE Esports Dota 2 Jakarta Invitational Resmi Dibuka
-
10 Pemain Dota 2 Paling Berpengaruh di ESL Indonesia Championship Season 2
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya