Model yang dibuat tim Seekamp mengumpulkan data tentang signifikansi dan kerentanan setiap bangunan. Ini mengevaluasi biaya adaptasi, seperti meninggikan atau merelokasi bangunan, memberikan dana yang tersedia, dan memetakan strategi yang mungkin selama periode 30 tahun.
Saat timnya menguji model pada 17 bangunan Cape Lookout yang rawan banjir, Seekamp menemukan bahwa strategi terbaik adalah mengangkatnya pada tempatnya atau memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi dan kemudian mengangkatnya.
Namun menurut pendapat penduduk setempat, mengubah lokasi atau tampilan bangunan ini tidak disambut baik oleh beberapa mantan penghuni dan keturunannya.
Banyak penduduk memiliki hubungan yang dalam dengan tempat-tempat tersebut yang merupakan bagian dari identitas pribadi, keluarga, dan komunitas. Bahkan beberapa penduduk mengatakan, lebih memilih kehilangan sebagian dari bangunan daripada mengubahnya.
Temuan ini mendorong Seekamp untuk mengeksplorasi pendekatan global yang berpusat pada masyarakat untuk pelestarian dan kebijakan internasional yang mengaturnya.
Dilansir dari Science Alert, Senin (16/11/2020), perubahan iklim mengancam banyak situs Warisan Dunia. Beberapa adalah situs arkeologi, seperti Peru's Chan Chan, kota adobe terbesar di Bumi, dan tempat tinggal leluhur di tebing Pueblo di Taman Nasional Mesa Verde Colorado.
Seluruh kota, termasuk Venesia dan bangunan bersejarah seperti Gedung Opera Sydney di Australia juga berada dalam bahaya.
Rekomendasi kebijakan saat ini berfokus pada restorasi atau pertahanan dan menentang perubahan fisik. Namun, saat ini parah ahli hanya melakukan proses penambahan daftar situs yang mengalami perubahan fisik ke Daftar Situs Warisan Dunia dalam Bahaya.
Cara tersebut dapat mengurangi pendapatan pariwisata dan menghalangi penyandang dana untuk mendukung upaya penyelamatan.
Baca Juga: Rencana Joe Biden Paling Progresif Buat Tangani Kenaikan Suhu Bumi
Seekamp pun melihat adanya kebutuhan akan kategori baru, yaitu Situs Warisan Dunia dalam Transformasi Iklim. Kategori ini akan memungkinkan para manajer untuk memperbaiki, menyesuaikan, atau bahkan mengubah tempat-tempat yang rentan.
Mengubah situs warisan mungkin akan mengundang kontroversi, tetapi menurut Seekamp, menyelamatkan situs budaya dan bersejarah dari perubahan iklim membutuhkan pendekatan baru untuk pelestarian warisan yang mencakup transformasi.
Berita Terkait
-
Penelitian Terbaru, Ilmuwan Mampu Hasilkan Air Minum dari Udara Kering
-
Debat Capres AS, Donald Trump Sebut Udara di India Kotor, Publik Murka
-
Gunakan Artificial Intelligence, Facebook Bantu Lawan Perubahan Iklim
-
Setengah Gugusan Terumbu Karang Terbesar di Dunia Lenyap Sejak 1995
-
Rencana Menyelamatkan Es Kutub Utara dengan Butiran Kaca
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
5 Rekomendasi Smartwatch Diskon hingga 40 Persen di Eraspace, Ada yang Jadi Rp1 Jutaan
-
LG StanbyME 2 Resmi Masuk Indonesia, TV Portabel dengan Layar Lepas-Pasang dan AI Lebih Cerdas
-
Komdigi Diminta Stop Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik, Bisa Bikin Sengsara Seumur Hidup
-
Startup Lokal Unjuk Gigi di Ekosistem Grab, Dorong Bisnis Lebih Ramah Lingkungan
-
Infrastruktur Digital Terancam Tersendat, MASTEL Ingatkan Sinkronisasi Kebijakan PusatDaerah
-
5 Headset Sport Bluetooth Terbaik untuk Lari: Tahan Air dan Keringat, Bass Super Nendang
-
52 Kode Redeem FF Terbaru 15 Januari 2026, Ada Jujutsu Kaisen Battle Card dan Sukuna Voucher
-
5 HP vivo dengan Kamera Jernih 30 MP ke Atas, Cocok untuk Content Creator
-
26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 15 Januari 2026, Klaim Pemain OVR 108-115 dan 100 Rank Up
-
4 HP Helio G100 di Bawah Rp2 Juta, Memori Besar Juaranya Multitasking