Suara.com - Presiden Donald Trump menyebut udara di India kotor dalam debat calon presiden Amerika Serikat putaran terakhir dan langsung memicu kemarahan.
Menyadur Times of India, pernyataan tersebut Trump sampaikan saat ia mengecam rencana saingannya dari Partai Demokrat, Joe Biden, untuk mengatasi perubahan iklim.
Donald Trump mengutarakan kritik terhadap Joe Biden bahwa tindakan terhadap perubahan iklim tidak adil bagi Amerika Serikat.
"Lihat China, betapa kotornya itu. Lihatlah Rusia, lihat India - itu kotor. Udaranya kotor," kata Trump pada debat yang berlasung di Nashville tersebut.
"Saya tidak akan mengorbankan jutaan pekerjaan ... ribuan perusahaan karena Kesepakatan Paris. Ini sangat tidak adil," kata Trump saat debat sebelum pemilihan pada 3 November.
Itulah satu-satunya penyebutan negara India selama debat yang justru bertentangan dengan kebijakan luar negeri dan kepentingan strategis.
Pernyataan Trump bertolak belakang dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan Mark Esper mengunjungi New Delhi untuk membangun kemitraan AS-India.
Trump menuduh bahwa rencana tindakan perubahan iklim milik Joe Biden adalah bencana ekonomi bagi negara-negara minyak seperti Texas dan Oklahoma.
"(Perubahan iklim) adalah ancaman eksistensial bagi umat manusia. Kami memiliki kewajiban moral untuk menghadapinya." ujar Biden.
Baca Juga: Digunakan Donald Trump, Obat Ini Disetujui FDA untuk Pasien Covid-19
"Kami akan melewati titik tanpa harapan dalam delapan hingga 10 tahun ke depan," sambungnya.
Seperti diwartakan Ndtv, ini adalah kedua kalinya Trump melontarkan kritik pedas terhadap India selama debat.
Pada debat presiden pertama, Trump mempertanyakan data virus corona India. "Ketika Anda berbicara tentang angka, Anda tidak tahu berapa banyak orang yang tewas di China, Anda tidak tahu berapa banyak orang yang meninggal di Rusia, Anda tidak tahu berapa banyak orang yang tewas di India. Mereka tidak memberi Anda sebuah hitungan pasti, "katanya.
Pernyataan Presiden AS menuai reaksi keras di India, beberapa mendesak Perdana Menteri Narendra Modi untuk memberikan bantahan yang kuat atas pernyataan Trump.
Para pemimpin oposisi seperti Kapil Sibal dari Kongres memanfaatkan komentar tersebut untuk mengecam bonhomie terkenal PM Modi dengan Presiden Trump.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Rp144,82 Miliar Raib, Begini Kronologi Pembobolan 6.609 Rekening Bank Jambi
-
Dari Pekerja Migran Indonesia ke Pengusaha, BRI Dampingi Rosyidah Raih Sukses Bersama C'milzea
-
Ogah Buru-buru Aktifkan SPP SMA/SMK, Dedi Mulyadi Pilih Benahi Pengelolaan Dana BOS
-
Maut Menjemput Usai MPLS: Tabrakan Beruntun 4 Motor Pelajar di Ngawi, Satu Siswa SMK Tewas
-
BRI Peduli Salurkan Ratusan Paket Sembako Lewat Gereja di Sulawesi Utara
-
Dari Pekerja Migran Jadi Pengusaha, Rosyidah Kembangkan UMKM Olahan Hasil Laut Bersama BRI
-
Kasus Suap Ubah Opini WDP ke WTP, Anggota BPK Bobby Tak Banyak Bicara usai Diperiksa KPK
-
BRI Dampingi Rosyidah Wujudkan Mimpi Membangun Usaha Olahan Laut di Pesisir Indramayu
-
Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari
-
Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China