Suara.com - Hampir 100 paus mati ditemukan terdampar di pulau terpencil di Selandia Baru. Menurut Departemen Konservasi Selandia Baru (DOC), petugas diberitahu tentang insiden tersebut pada 22 November dan menemukan 97 paus pilot dan tiga lumba-lumba terdampar di Pantai Barat Waitangi, Kepulauan Chatham.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan 26 paus pilot yang masih hidup, tetapi harus disuntik mati karena kelelahan ekstrem.
"Hanya 26 paus yang hidup pada saat ditemukan, sebagian besar dari mereka tampak sangat lemah dan harus dimusnahkan karena kondisi laut yang ganas," kata Jemma Welch, DOC Biodiversity Ranger, seperti dikutip IFL Science pada Jumat (27/11/2020).
Menurut laporan DOC, pemadaman listrik yang sempat terjadi menghambat komunikasi dan menunda polisi mencapai daerah tersebut lebih telat tiga jam setelah laporan diterima.
Kepulauan Chatham terdiri dari 10 pulau sekitar 800 kilometer di lepas pantai Selandia Baru. Kepulauan tersebut merupakan rumah bagi 600 penduduk. Karena sumber makanan yang melimpah di sekitar pulau, banyak spesies laut menjadikan Kepulauan Chatham juga sebagai rumah mereka.
Meskipun paus dan lumba-lumba jarang terlihat, daerah ini cukup sering sebagai tempat terdampar bagi paus pilot, paus sperma, paus berparuh, dan berbagai spesies lumba-lumba. Pada tahun 1918, paus terbesar yang terdampar dalam sejarah Selandia Baru terjadi di pulau-pulau tersebut, dengan hingga 1.000 individu mati di pantai.
Frekuensi paus terdampar telah meningkat selama beberapa tahun terakhir, tetapi anehnya para ilmuwan masih belum dapat menentukan dengan tepat alasan di baliknya.
Salah satu penjelasan yang mungkin adalah perubahan iklim mendorong sumber makanan lebih dekat ke pantai, di mana kawanan paus bisa salah berenang atau terperangkap.
Peristiwa yang dipicu perubahan iklim seperti gelombang tinggi juga dapat mengelabui sistem navigasi bawaan paus dengan berpikir bahwa mereka lebih jauh dari pantai daripada yang sebenarnya terjadi.
Baca Juga: Terjadi Lagi, 100 Paus Pilot Terdampar di Pulau Terpencil Samudra Hindia
Penjelasan lain yang masuk akal juga mencakup cuaca ekstrem, peningkatan predasi hiu dan paus pembunuh, dan latihan sonar militer yang mendorong paus ke wilayah asing.
Paus terdampar tidak jarang terjadi di Selandia Baru, diperkirakan sekitar 300 paus terdampar setiap tahun. Namun meningkatnya jumlah paus yang terdampar bukan pertanda baik bagi beberapa spesies paus yang lebih terancam punah. Oleh karena itu, mengetahui penyebab pasti menjadi sangat penting dalam upaya konservasi di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal