Suara.com - Ilmuwan tidak sengaja menemukan mesin kode Enigma yang digunakan Nazi dalam Perang Dunia II di dasar laut Baltik. Itu merupakan mesin rotor elektromekanik yang digunakan untuk mengenkripsi suatu pesan dan mendeskripsikan kembali pesan tersebut.
Mesin Enigma ini digunakan oleh militer dan pemerintah Jerman Nazi sebelum dan selama Perang Dunia II. Awalnya, ditemukan ketika para penyelam dalam ekspedisi WWF untuk mencari jaring ikan yang ditinggalkan, yang berpotensi mematikan kehidupan laut, di Teluk Gelting, Jerman utara, hingga sonar para penyelam menemukannya terjebak dalam jaring.
Mulanya dikira hanya mesin tik tua, para penyelam segera menyadari bahwa itu sesuatu yang jauh lebih penting secara historis. Para penyelam curiga mesin itu hilang sebelum Jerman menyerah pada Mei 1945, ketika kapal selam di Teluk Geltinger diperintahkan untuk ditenggelamkan oleh para pemimpin Nazi untuk mencegah penangkapan oleh kubu yang menang.
Para penyelam kemudian menyerahkan temuan itu ke kantor arkeologi negara bagian Schleswig-Holstein Jerman dan akan dipulihkan oleh para ahli di museum arkeologi. Setelah berada di dasar laut selama 70 tahun, para ahli perlu melakukan proses desalinasi yang menyeluruh untuk mencegah korosi lebih lanjut.
"Karena signifikansi historisnya, ini bahkan dapat dilihat sebagai aset budaya nasional," kata Dr Ulf Ickerodt, direktur kantor arkeologi negara bagian Schleswig-Holstein, seperti dikutip IFL Science, Rabu (9/12/2020).
Dr Ickerodt menambahkan bahwa penemuan tak sengaja seperti ini jarang terjadi dan berasal dari periode dalam sejarah Jerman yang semakin terancam terlupakan.
Berita Terkait
-
Gabung di Grup WA Propaganda Neo Nazi, Puluhan Polisi Diskors
-
Bangkai Kapal Perang Dunia II dengan Simbol Nazi Ditemukan
-
Sangkal Holocaust, Makam Korban Nazi di Prancis Penuh Coretan Bohong
-
Hiroo Onoda, Tentara Jepang yang Baru Menyerah 29 Tahun Setelah PD II
-
Pandemi Covid-19 Dinilai Lebih Buruk dari Perang Dunia II
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2
-
3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN