Suara.com - Para astronot membawa laba-laba ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk mempelajari gravitasi nol lebih dalam dan melihat bagaimana laba-laba membangun jaringnya di kondisi seperti itu.
Di bumi, laba-laba membangun jaring asimetris dengan bagian tengah lebih dekat ke bagian atas jaring daripada bagian bawah. Pola ini berguna karena ketika berjalan menangkap korbannya, laba-laba bekerja dengan gravitasi daripada melawannya.
Untuk mengetahui perbedaannya di luar angkasa, astronot membawa dua laba-laba Trichonephila clavipes ke ISS dan mengamati hewan itu selama dua bulan untuk membuat jaring dalam gravitasi nol.
Mengingat pengaruh gravitasi pada laba-laba, ada hipotesis bahwa laba-laba akan membangun jaring simetris dan mengorientasikan diri secara acak di gravitasi nol.
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal The Science of Nature, sebagian asumsi tersebut benar karena laba-laba di gravitasi nol sebagian besar membangun jaring simetris. Namun, penelitian juga mengungkapkan bahwa cahaya memiliki pengaruh pada pembuatan jaring.
"Kami menyimpulkan bahwa tanpa adanya gravitasi, arah cahaya dapat berfungsi sebagai panduan orientasi laba-laba selama pembuatan jaring dan saat menunggu mangsa," tulis para peneliti, seperti dikutip IFL Science pada Sabtu (12/12/2020).
Meski ini studi yang menarik, namun ini bukan pertama kali eksperimen semacam itu dilakukan di ISS. Sayangnya, percobaan pertama yang dilakukan para astronot pada tahun 2008 lebih terasa seperti bencana dan kegagalan karena laba-laba yang dibawa melarikan diri di ruang percobaan.
Tag
Berita Terkait
-
Aragog si Laba-laba Pendiam
-
9 Tanaman Pengusir Laba-Laba di Rumah, Gak Perlu Pakai Semprotan Kimia
-
Terinfeksi Jamur, Laba-laba Zombie Ditemukan di Bekas Kastil Irlandia
-
Memaknai Persahabatan nan Tulus dalam Laba-laba dan Jaring Kesayangannya
-
Digigit Laba-laba Janda Palsu, Pria Ini Alami 'Penyakit Pemakan Daging' hingga Nyaris Meregang Nyawa
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala
-
Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League
-
Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!
-
SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian
-
Dari Sisa Operasional Kopi Menjadi Barang Gaya Hidup, Ketika Keberlanjutan Tak Berhenti di Secangkir
-
4 Shio Paling Beruntung 30 Agustus 2026: Siap-Siap Panen Rezeki di Akhir Bulan
-
Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak
-
Siswa di Kampar Diduga Dianiaya Senior, Sempat Dilarikan ke RS karena Hidung Patah