Suara.com - Vaksin Covid-19 mulai disuntikan. Namun Otoritas kesehatan Kanada, memperingatkan warga yang memiliki alergi terhadap kandungan dalam vaksin Covid-19 buatan Pfizer - BioNTech, untuk tidak menerima suntikan vaksin tersebut.
Health Canada dalam sebuah pemberitahuan menyampaikan bahwa pihaknya mengeluarkan peringatan itu setelah menindaklanjuti dua laporan terkait reaksi anafilaktoid terhadap vaksin Covid-19 Pfizer - BioNTech di Inggris.
Reaksi itu terjadi pada 8 Desember lalu. Dua orang penderitanya memiliki riwayat reaksi alergi yang parah dan membawa injektor otomatis adrenalin. Namun, keduanya kini telah dinyatakan pulih setelah menjalani perawatan.
"Saat peluncuran resmi vaksin dimulai di Kanada, warga Kanada mungkin bertanya-tanya mengenai risiko reaksi alergi. Di Kanada, semua vaksin mencantumkan peringatan tentang risiko reaksi alergi yang serius termasuk anafilaksis, dan klinik-klinik imunisasi telah diperlengkapi untuk menangani peristiwa langka ini," kata otoritas kesehatan tersebut dalam pemberitahuannya, dilansir laman Xinhua, Senin (14/12/2020).
Health Canada mencantumkan kandungan yang ada pada vaksin itu, dan pihaknya juga mendesak individu yang mengalami reaksi alergi serius terhadap vaksin lain, obat atau makanan agar berkonsultasi dengan profesional perawatan kesehatan mereka, sebelum menerima vaksin Pfizer -BioNTech.
Selain itu, Health Canada telah meninjau bukti-bukti yang ada terkait reaksi alergi ini, serta menyimpulkan bahwa pedoman kesehatan masyarakat yang ada, telah sesuai dan tidak merekomendasikan adanya perubahan apa pun soal penggunaan produk itu untuk saat ini.
Lebih lanjut, ditekankan bahwa otoritas kesehatan negara itu akan terus memantau situasi ini secara saksama.
"Jika terdapat masalah keamanan baru yang dikonfirmasi, Health Canada akan mengambil tindakan yang sesuai, yang dapat mencakup pemberitahuan risiko baru apa pun kepada warga Kanada dan penyedia layanan kesehatan atau mengubah penggunaan produk yang disarankan," tuturnya.
Pihaknya juga mengatakan, tidak mengidentifikasi adanya masalah keamanan utama untuk vaksin buatan Pfizer -BioNTech dan manfaat vaksin itu lebih besar dibandingkan risikonya.
Baca Juga: Polemik Vaksin Gratis Versus Mandiri, Netizen Bandingkan dengan Bangladesh
"Sejumlah efek samping yang diamati selama uji klinis vaksin Covid-19 Pfizer - BioNTech serupa dengan yang dialami oleh vaksin lainnya, termasuk rasa sakit di titik penyuntikan, badan menggigil, merasa lelah dan demam. Efek samping ini akan pulih dengan sendirinya dan tidak menimbulkan risiko kesehatan," ujar Health Canada.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Senin (7/12) lalu mengumumkan bahwa hingga 249.000 dosis vaksin Pfizer - BioNTech akan tersedia pada akhir Desember untuk memulai kampanye inokulasi massal di negara tersebut.
Vaksin Pfizer merupakan salah satu dari empat kandidat vaksin yang dievaluasi oleh Health Canada, dengan proses penilaian masih berlangsung untuk vaksin buatan Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. Secara total, Kanada dilaporkan telah meneken kontrak yang menjamin akses terhadap 194 juta dosis kandidat vaksin Covid-19, dengan opsi pembelian tambahan 220 juta dosis.
Berita Terkait
-
Tes HIV Tunjukkan Positif Palsu, Vaksin Covid-19 Australia Batal Dipesan
-
Bio Farma Minta RS Jangan Pre Order Vaksin Covid Sebelum Ada Instruksi
-
Pemerintah Tegaskan Belum Tetapkan Harga Vaksin Covid-19
-
Teknologi Baru Ini Bikin Ilmuwan Cepat Mengembangkan Vaksin Covid-19
-
Bio Farma Belum Layani Sistem Pre-order Vaksinasi COVID-19
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
17 Tim Peraih Juara MPL ID S1 hingga S17, Bigetron by Vitality Jadi Juara Baru
-
AI Picu Tren Ekonomi Keterampilan Manusia di Dunia Kerja
-
Cara Nonton Piala Dunia 2026 Lebih Murah, Telkomsel Hadirkan Paket FOLA PLAY Mulai Rp25 Ribu
-
72 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 Juni 2026: Ada Skin M1917, Diamond, dan Bundel Bola
-
Dari Cloud hingga AI, Lintasarta Siapkan Fondasi Digital Baru untuk Bisnis Indonesia
-
Gameplay Clutch Beredar: Grafis Menawan, Padukan Sensasi 3 Game Balap Ikonis
-
Oppo Reno 16 Pro Global Muncul di Geekbench, Usung Dimensity 8000 Series dan RAM 12 GB
-
Honor Siapkan HP Baru dengan Kecerahan 10.000 Nits, Lampaui Standar Industri
-
Tips Kamera Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G: Rahasia Foto Tajam dan Video Stabil
-
Xiaomi 18 Bocor Lebih Awal, Siap Tantang Galaxy dan iPhone di 2026