Suara.com - Adanya dua jalur mendapatkan vaksin Covid-19 menjadi perbincangan hangat oleh netizen di media sosial. Vaksin mandiri berbayar atau vaksin gratis?
Saat ini, ada dua jalur mendapatkan vaksin Covid-19 yakni vaksin gratis yang diberikan oleh pemerintah, sedangkan vaksin mandiri masyarakat harus membeli vaksin dengan biaya sendiri.
Jokowi meyarankan prosedur sistem vaksin gratis diatur oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dipimpin Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.
Sedangkan vaksin mandiri sistem vaksinnya diatur oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin Menteri BUMN Erick Thohir.
"Kalau menurut saya, untuk vaksin yang gratis untuk rakyat itu urusannya Menteri Kesehatan, untuk yang mandiri berarti yang bayar itu urusannya BUMN," ujar Jokowi beberapa waktu lalu.
Polemik vaksin Covid-19 gratis dan mandiri ini memicu perdebatan netizen. Ada yang skeptis terhadap vaksinasi meskipun itu diberikan secara gratis oleh pemerintah.
"Kalau pun gratis aing (saya) mah pikir ulang sih kalau vaksinnya Sinovac, soalnya kan vaksin ini belum melaporkan hasil tahap 3 uji klinisnya. Lebih prepare pfizer nggak sih? yang udah jelas efektivitasnya," tulis @BadeiroP.
Sedangkan Penggiat Anti Korupsi sekaligus Mantan Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menilai kebijakan vaksin mandiri dan tidak wajib dikhawatirkan justru akan menyulitkan pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19.
"Vaksin Covid-19 jika tidak gratis dan wajib bukankah mempersulit pemerintah lakukan kontrol? Dan jika masyarakat enggan vaksin mandiri, bukankah akhirnya perlu dana lebih besar untuk pengobatan dan perawatan pasien? Belum lagi jika bicara prinsip dasar perlindungan warga negara, rumit sih ya," ungkap @febridiansyah, dikutip suara.com, Minggu (13/12/2020).
Baca Juga: Bio Farma Minta RS Jangan Pre Order Vaksin Covid Sebelum Ada Instruksi
Namun kata Febri apabila vaksin diberikan secara gratis, lalu ada potensi korupsi saat pemerintah melakukan program pengadaan vaksin dengan modus 'potongan free', seperti yang terjadi pada kasus korupsi Bansos oleh Menteri Sosial.
"Memang ini juga salah satu potensi masalah serius yang harus dimitigasi sejak awal. Jangan bilang nggak mungkin ada yang tega korupsi saat pandemi. Kita tau persis, koruptor punya cara dan rasa berpikir berbeda," tukasnya.
Di saat Indonesia memilih 2 prosedur akses vaksin, tidak sedikit netizen yang justru membandingkan Indonesia dengan beberapa negara.
"Cek India dan Bangladesh dong, negara berpenduduk banyak, lebih "miskin" dari Indonesia, manajemen pemerintahan juga 11-12 dengan Indonesia, vaksin gratis," tulis @Mims05783653.
"Negara sosialis dan negara kapitalis berlomba kasih vaksin Covid-19 gratis. Negara Pancasilais menekankan kemandirian rakyat. Negara bagian jualan. Yuk bayar," timpal @bijizakar_
"Negara lain diskusi vaksin mana yang paling efektif, di sini diskusi soal perlu bayar atau gratis untuk pakai Sinovac.Gila," sambung @RoysonZain.
Berita Terkait
-
Pertamax dan Pertalite Trending, Publik Keluhkan Antrean Panjang serta Dampak BBM Mahal
-
7 Meme Dadan BGN Viral Jadi Parodi: Dapat Hukuman Netizen, Trending Lama di X
-
Status Kim Soo Hyun Terbukti Bersih, Mengapa Netizen Masih Ogah Percaya?
-
Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya
-
Demi Konten Viral, Tren Kelulusan Sekolah Pakai Lagu Kicau Mania Disentil Netizen Malaysia
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!