Suara.com - Pemerintah menetapkan bahwa dibutuhkan surat hasil pemeriksaan rapid test antigen jika ingin keluar masuk wilayah DKI Jakarta mulai pada 18 Desember besok.
Perubahan aturan ini membuat beberapa orang bingung dengan perbedaan rapid test antigen dengan rapid test antibodi.
Selain PCR, rapid test juga sering digunakan sebagai pemeriksaan awal atau skrining virus Corona (Covid-19). Meskipun sama-sama digunakan untuk mendeteksi, tapi terdapat perbedaan antara rapid test anigen dan rapid test antibodi.
Menurut sumber Rumah Sakit UI, rapid test antigen mendeteksi komponen virus dengan melakukan swab nasofaring. Jenis pengujian ini dapat mendeteksi infeksi aktif Covid-19.
Antigen sendiri merupakan benda asing, dapat berupa racun, kuman, atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Saat virus Covid-19 masuk ke dalam tubuh, itu akan terdeteksi sebagai antigen oleh sistem imunitas.
Sementara rapid test antibodi dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh pasien. Tes ini mengambil sampel darah di mana penguji akan menilai apakah pasien pernah terinfeksi.
Kedua jenis rapid test ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Rapid test antigen telah diperbolehkan Organisasi Kesehatan Dunia pada beberapa kondisi tertentu, seperti investigasi cepat pada kecurigaan wabah di suatu tempat. Rapid test antigen juga memiliki biaya yang lebih murah dari test PCR dan waktu tunggu hasil lebih cepat.
Namun, rapid test antigen hanya dapat mendeteksi sampel dengan viral load yang tinggi dan hanya dapat mendeteksi dua hari sebelum timbul gejala sampai dengan tujuh hari pertama setelah gejala.
Baca Juga: TP PKK Sumut Gelar Rapid Test dan Swab Gratis untuk Perempuan
Sayangnya, alat rapid test antigen yang beredar saat ini juga memiliki akurasi yang sangat bervariasi sehingga pemilihan rapid test antigen harus dilakukan dengan hati-hati.
Menurut situs web Covid Portal, tes ini juga memiliki kelemahan lain karena tidak seakurat tes PCR standar.
Sedangkan rapid test antibodi dapat digunakan untuk survei epidemiologi dan mendeteksi apakah seseorang sudah memiliki kekebalan terhadap Covid-19. Biaya yang dibutuhkan pun lebih murah daripada rapid test antigen dan PCR serta waktu tunggu hasil lebih cepat dari PCR.
Tetapi sesuai namanya, rapid test antibodi tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis Covid-19 dan sama seperti rapid test antigen, alat pengujian rapid test antibodi yang beredar saat ini pun bervariasi sehingga pemilihan harus dilakukan dengan hati-hati.
Tingkat akurasi rapid test antibodi pun memiliki akurasi yang paling rendah dibandingkan jenis pengujian lainnya.
Di sisi lain, WHO sendiri mensyaratkan agar rapid test antigen Covid-19 memiliki tingkat sensitivitas sekitar 80 persen dengan spesifisitas 97 persen.
Berita Terkait
-
Masyarakat Ramai-ramai Refund Tiket ke Bali dan Cancel Booking Hotel
-
Kebijakan Swab Antigen Diterapkan, Apa Bedanya dengan PCR dan Rapid Test?
-
Ini Dia Perbedaan Swab Antigen, PCR dan Rapid Test
-
Apa Perbedaan Swab Antigen, PCR dan Rapid test?
-
Begini Kronologi Penipuan Alat Rapid Test yang Diotaki WN Nigeria
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL