Suara.com - Tim ilmuwan internasional menemukan mikroorganisme bersel tunggal yang mampu bertahan hidup di laut dalam dengan temperatur di atas titik didih air.
Tim yang terdiri dari tiga ilmuwan di University of Rhode Island’s Graduate School of Oceanography itu, menemukannya dalam studi sebagai bagian dari pekerjaan Ekspedisi 370 dari Program Penemuan Laut Internasional.
"Air mendidih di permukaan Bumi pada suhu 100 derajat Celcius dan kami menemukan organisme yang hidup di sedimen pada suhu 120 derajat Celcius," kata Arthur Spivack, Profesor Oseanografi di University of Rhode Island, seperti dikutip dari Scitechdaily, Selasa (5/1/2021).
Penemuan tersebut diikuti dengan pengumuman pada Oktober bahwa keanekaragaman mikroba di bawah dasar laut sekaya di permukaan bumi.
Para peneliti dalam proyek tersebut menemukan 40.000 jenis mikroorganisme berbeda pada sampel inti dari 40 situs di seluruh dunia.
Penelitian yang diterbitkan dalam Science berfokus pada Palung Nankai di lepas pantai Jepang. Tim mengebor lubang sedalam 1.180 meter untuk mencapai sedimen pada suhu 120 derajat Celcius.
Spivack mengatakan, salah satu cara untuk mengidentifikasi kehidupan adalah dengan mencari bukti metabolisme.
"Kami menemukan bukti kimiawi penggunaan bahan organik oleh organisme dalam sedimen yang memungkinkan mereka bertahan hidup. Penelitian ini memberi tahu kami bahwa sedimen dalam dapat dihuni di tempat-tempat yang menurut kami tidak memungkinkan," tambah Spivack.
Di sisi lain, temuan tersebut juga menunjukkan kemungkinan adanya kehidupan di lingkungan ekstrem di planet lain. Mengingat, beberapa planet memiliki suhu ataupun zat yang tampaknya tidak memungkinkan bagi organisme untuk bertahan hidup.
Baca Juga: Wow! Ini Fakta-Fakta Kehadiran Alien ke Bumi
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba