Suara.com - Kasus Covid-19 parah bisa menggangu kesuburan lelaki, lebih khusus lagi kualitas sperma, demikian hasil sebuah studi yang terbit di jurnal Reproduction pada Kamis (28/1/2021).
"Laporan ini menunjukkan bukti langsung pertama bahwa Covid-19 merusak kualitas semen dan potensi reproduksi lelaki," tulis para peneliti dalam studi itu seperti dilansir dari CNN.
Dalam studi itu para peneliti membandingkan 106 lelaki subur yang tidak terinfeksi Covid-19 dengan 84 lelaki yang terinfeksi virus corona. Yang diteliti adalah cairan semen mereka.
Hasilnya ditemukan adanya inflamasi dan stres oksidatif pada sel-sel sperma lelaki terinfeksi Covid-19. Konsentrasi seperma, mobilitas dan bentuknya juga terganggu akibat virus corona. Semakin parah gejala yang mereka alami saat terkena Covid-19, semakin terganggu sperma mereka.
"Efek negatif yang ditemukan pada sel-sel sperma berhubungan dengan kualitas sperma dan turunnya potensi kesuburan," terang Behzad Hajizadeh Maleki, mahasiswa doktoral pada Justus Liebig University Giessen, di Hesse, Jerman yang memimpin studi tersebut.
Tetapi sejumlah ilmuwan lain meragukan temua tersebut. Allan Pacey dari University of Sheffield, Inggris mengatakan bahwa studi tersebut tidak menemukan hubungan kausalitas antara Covid-19 dengan turunnya kesuburan lelaki.
"Yang ditunjukkan oleh studi itu hanya asosiasi antara Covid-19 dan gangguan terhadap fungsi reproduksi," tegas Pacey.
Kritik yang sama juga disampaikan Channa Jayasena, pakar reproduksi pada Imperial College London, Inggris. Ia mengingatkan bahwa flu biasa pun bisa menyebabkan turunnya jumlah sel sperma pada lelaki selama beberapa bulan.
"Juga penting dicatat bahwa belum ada bukti virus Covid-19 terdeteksi pada cairan semen dan karenanya tak ada bukti virus corona bisa ditularkan lewat cairan semen," imbuh Alison Murdoch, pakar reproduksi pada Newcastle University, Inggris.
Baca Juga: Waduh! Kebun Binatang Jurug Solo Kembali Ditutup Akibat Covid-19
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas
-
Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota
-
Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025
-
Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026
-
Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan
-
Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan
-
Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?
-
Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia
-
6 Korban Kecelakaan Sibolangit Dirawat di RS Adam Malik, 1 Anak Luka Serius
-
Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026