Suara.com - TikTok makin ketat dalam mengawasi konten yang diunggah di platformnya. Aplikasi video pendek asal China ini bakal menampilkan peringatan pada video yang berisi informasi meragukan dan tidak dapat diverifikasi kebenarannya.
Sebagaimana dilaporkan The Verge, Jumat (5/2/2021), TikTok sekarang akan menampilkan label peringatan bagi pengguna yang melihat video di FYP mereka.
Label tersebut berbunyi, "Perhatian: Video ditandai untuk konten yang tidak diverifikasi."
Meski begitu, label pemeriksa fakta ini bukan berarti bisa menjamin konten tersebut benar atau salah. Artinya, konten akan tetap ada walaupun kebenarannya belum bisa dibuktikan.
TikTok juga telah mengurangi penyebaran video yang tidak diverifikasi dan menandai kreatornya.
Distribusi kontennya juga akan dikurangi apabila informasi tersebut benar-benar meragukan.
Selain kreator, aplikasi juga memberi peringatan untuk para penonton video.
Bagi mereka yang ingin membagikan kembali video (repost), maka TikTok akan memunculkan label "yakin ingin membagikan video ini?"
Meski mendapatkan label peringatan, pengguna tetap bisa membagikan video tersebut. Tampaknya, label tersebut dirancang untuk mencegah beberapa orang sebelum menindaklanjuti aktivitas repost-nya.
Baca Juga: Viral Lewat Tiktok, 10 Potret Jebung yang Kini Jadi Penyanyi Idola
TikTok sendiri tidak mengatakan berapa banyak video yang dikurasi setiap hari untuk diperiksa faktanya. Mereka juga tidak menyebut bagaimana aplikasi memilih video yang bakal ditinjau dan diberi label peringatan.
Juru Bicara TikTok mengatakan bahwa pemeriksaan fakta seringkali difokuskan pada topik-topik khusus seperti pemilihan umum, vaksin, hingga perubahan iklim.
Video yang ditinjau juga tidak mesti mendapatkan jumlah viewer tertentu sebagai syarat peninjauan.
Namun, TikTok tetap menerapkan apabila videonya melanggar kebijakan misinformasi, maka konten tersebut akan langsung dihapus.
Berita Terkait
-
Nasi Uduk di Kalimantan Ini Harganya Rp 30 Ribu, Warganet: Nasi Uduk VIP
-
Dinilai Bikin Malu Saat Jadi MC, Nia Ramadhani: Kita Bukan Manusia Sempurna
-
Bikin Video TikTokmu Populer, Ini 5 Trik Mendulang Like Secara Cepat
-
Haru! Jualan Ibu Sepi, Sang Anak Diam-diam Order Via Ojol Agar Ada Pembeli
-
Awalnya Olah Kolang-kaling, Anak Syok Lihat Masakan Ibu dan Neneknya
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Xiaomi 17T Series Lolos Sertifikasi TKDN: Bersiap ke Indonesia, Usung Chipset Anyar
-
Peta Sebaran 'Amukan' Topik Tyas dan LPDP: Lebih Banyak di X, Netizen TikTok Kurang Peduli
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Jelang Lebaran 2026, Lengkap Semua Seri
-
69 Kode Redeem FF Aktif 24 Februari 2026: Klaim Crimson dan Gloo Wall Ramadhan Gratis
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Infrastruktur Digital Jadi Penentu Bisnis Ritel dan F&B
-
Penampakan Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Versi Global Terungkap Jelang Perilisan
-
17 HP Murah Redmi dan POCO dapat HyperOS 4 Berbasis Android 17, Ada Fitur Baru
-
MPL ID Season 17 Kapan Dimulai? Ini Bocoran Jadwal dan Roster Tim Mobile Legends
-
Viral Donald Trump Minta Prabowo Pegangi Dokumen BoP dan Pulpen, Ekspresinya Jadi Sorotan