Suara.com - Konfrontasi meningkat antara Twitter dan pemerintah India terkait kebebasan berbicara di platform tersebut. Kini, raksasa media sosial itu mengatakan telah menangguhkan lebih dari 500 akun atas perintah pemerintahan Modi.
Twitter mengatakan, hanya akan mematuhi sebagian perintah dari pemerintah, yang meminta penghapusan hampir 1.200 akun.
Twitter berpendapat bahwa permintaan memblokir akun jurnalis, aktivis, dan politisi tidak sesuai dengan hukum India.
"Kami tidak percaya bahwa tindakan yang telah kami lakukan sesuai dengan hukum India, dan, sesuai dengan prinsip kami dalam membela kebebasan berbicara dan berekspresi, kami tidak mengambil tindakan apa pun pada akun yang terdiri dari media berita. entitas, jurnalis, aktivis, dan politisi," kata Twitter dalam sebuah posting blog, dilansir laman Independent, Senin (15/2/2021).
"Untuk melakukannya, kami yakin, akan melanggar hak fundamental mereka atas kebebasan berekspresi di bawah hukum India," katanya.
Situs mikroblog lebih lanjut mengatakan bahwa mereka akan terus mengadvokasi hak kebebasan berekspresi atas nama masyarakat yang dilayaninya.
Kementerian Teknologi India mengatakan, pemerintah akan segera menyampaikan tanggapannya sambil menambahkan bahwa entri blog tersebut mendahului pertemuan yang direncanakan antara mereka dan para eksekutif senior Twitter.
Perusahaan yang berbasis di AS itu mendapati dirinya berada di tengah badai politik, setelah menolak untuk mematuhi arahan pemerintah untuk memblokir lebih dari 250 akun.
Serta memblokir postingan yang diduga tweet di bawah tagar yang menuduh perdana menteri Narendra Modi melakukan "genosida" atas agitasi petani yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Akun Twitter Resmi Pejabat Pemerintah Indonesia Punya Label Khusus
Sementara Twitter pada awalnya memenuhi permintaan pemerintah untuk menangguhkan 250 akun, itu memulihkan sebagian besar setelah sekitar enam jam dan protes publik.
Pemerintah kemudian menulis pemberitahuan tindak lanjut, yang menyiratkan bahwa karyawan Twitter dapat melanggar hukum dengan menolak untuk mematuhi arahan tersebut.
“Selama 10 hari terakhir, Twitter telah dilayani dengan beberapa perintah pemblokiran terpisah oleh Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi, Pemerintah India, berdasarkan Pasal 69A dari Undang-Undang Teknologi Informasi,” kata perusahaan itu.
Pemerintah menuduh akun yang dipermasalahkan menyebarkan informasi yang salah dan konten provokatif tentang protes petani yang sedang berlangsung, sementara menyarankan beberapa akun mungkin terkait dengan saingan beratnya dan tetangganya Pakistan atau gerakan separatis Sikh yang dilarang.
Platform tersebut mengatakan telah mengambil tindakan terhadap ratusan akun yang melanggar Peraturan Twitter, terutama menghasut kekerasan, pelecehan, keinginan untuk menyakiti, dan ancaman yang dapat memicu risiko bahaya offline.
Berita Terkait
-
Seekor Singa Bertamu ke Sebuah Hotel Mewah, Penjaga Langsung Ngumpet
-
India Punya Media Sosial Mirip Twitter?
-
Trump Diblokir Twitter Selamanya, Meski Jadi Presiden Lagi
-
Viral! Poster Film Parasite ala Sinetron Indonesia, Publik: Nangis Lihatnya
-
Tengku Zul Analogikan Ustadz Maaher dengan Ayam, Publik: Anda Sehat Tadz?
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
7 Cara Efektif Meningkatkan Kecepatan WiFi di Rumah, Tanpa Biaya Mahal
-
Nggak Perlu Flagship! Ini 5 HP Gaming Harga Rp4 Jutaan dengan Performa 'Monster'
-
Bocoran Tanggal Pre-Order GTA 6 Beredar, Saham Take-Two Langsung Melesat
-
5 Kelebihan dan Kekurangan Honor X7d: Memori 512 GB, HP Midrange Terbaru di Indonesia
-
HP Flagship Sony Xperia 1 VIII Viral Pamer Kamera AI, Malah Jadi Bahan Meme
-
2 Produk Wearable Xiaomi Rilis Bulan Ini: Ada TWS dan Gelang Pintar
-
Jadwal MPL ID S17 Week 8: Bigetron vs Geek Fam Jadi Laga Penentu Playoff
-
5 Rekomendasi HP OPPO RAM Besar 2026, Cocok untuk Gaming hingga Multitasking
-
Baru Rilis, Subnautica 2 Langsung Terjual 2 Juta Kopi dalam Waktu Setengah Hari
-
Cara Ikut Korea Kaja Vol.3 by.U, Ada Hadiah Liburan ke Korea dan Nonton K-Pop Awards