Suara.com - Sebuah kawah yang menutupi hampir seperempat permukaan Bulan, telah mengungkapkan informasi baru tentang bagaimana satelit alami Bumi terbentuk.
Analisis baru dari material yang dikeluarkan dari dampak cekungan Kutub Selatan-Aitken, memungkinkan para ilmuwan menyempurnakan garis waktu perkembangan mantel dan kerak Bulan, menggunakan thorium radioaktif untuk mengungkap urutan peristiwa.
"Hasil ini memiliki implikasi penting untuk memahami pembentukan dan evolusi Bulan," kata Daniel Moriarty dari Goddard Space Flight Center NASA, seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (18/2/2021).
Cekungan Kutub Selatan-Aitken sangat menonjol di permukaan Bulan. Dengan lebar 2.500 kilometer dan kedalaman hingga 8,2 kilometer, ini adalah salah satu kawah tubrukan terbesar di tata surya.
Kawah ini dihasilkan oleh dampak raksasa sekitar 4,3 miliar tahun yang lalu, ketika tata surya masih berusia sangat muda.
Namun, karena cekungan tersebut berada di sisi jauh bulan, itu tidak mudah untuk mempelajarinya seperti sisi Bulan yang menghadap Bumi.
Para peneliti sekarang telah menjalankan simulasi baru pola percikan dari dampak Kutub Selatan-Aitken dan menemukan bahwa tempat ejecta seharusnya jatuh sesuai dengan endapan thorium di permukaan Bulan.
Thorium Bulan diendapkan selama periode yang dikenal sebagai Laut Magma Bulan.
Saat ini, sekitar 4,5 hingga 4,4 miliar tahun lalu, Bulan diperkirakan telah tertutup oleh batuan cair yang secara bertahap mendingin dan mengeras.
Baca Juga: Militer AS Akan Bangun Pabrik di Bulan
Selama proses ini, mineral yang lebih padat tenggelam ke dasar lapisan cair untuk membentuk mantel dan elemen yang lebih ringan melayang ke atas untuk membentuk kerak.
Karena thorium tidak mudah digabungkan ke dalam struktur mineral, itu akan tetap berada di lapisan cair diapit di antara dua lapisan tersebut dan hanya tenggelam ke arah inti selama atau setelah kristalisasi kerak dan mantel.
Menurut analisis baru, ketika tumbukan Kutub Selatan-Aitken terjadi, itu menggali sejumlah besar thorium dari lapisan ini hingga memercikkannya ke permukaan Bulan di sisi terdekat.
Artinya, benturan akan terjadi sebelum lapisan thorium tenggelam. Dampak Kutub Selatan-Aitken juga melelehkan batuan dari kedalaman yang lebih dalam dari ejecta.
Ini menunjukkan bahwa mantel atas memiliki dua lapisan yang berbeda secara komposisi.
Materi percikan tabrakan telah tertutup oleh kawah berusia miliaran tahun dan pelapukan serta aktivitas vulkanik, tetapi tim berhasil menemukan beberapa deposit thorium yang masih asli di kawah tubrukan baru-baru ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Komet Langka Muncul Setelah 170 Ribu Tahun, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia
-
5 HP Infinix 5G Paling Worth It di Tahun 2026, Cocok untuk Gaming dan Streaming
-
5 Tablet Snapdragon Terbaik untuk Multitasking, Performa Ngebut Tanpa Lag
-
3 Rekomendasi Smartwatch Samsung Termurah 2026, Fitur Canggih dan Stylish
-
21 Kode Redeem FC Mobile, Prediksi Kompensasi Mewah EA Usai Insiden Bug Voucher
-
4 Rekomendasi HP Paket Lengkap Kelas Entry dan Mid-Level, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
7 HP Snapdragon 8 Gen 2 Termurah 2026, Performa Flagship Harga Miring
-
25 Kode Redeem Free Fire, Siap-siap Nabung Diamond Buat Booyah Pass Bulan Depan
-
Redmi K90 Max Pamer Fitur Gaming: Dirancang untuk eSports, Delta Force pada 165 FPS
-
7 HP dengan Chipset Dimensity 7300 Termurah 2026, Performa Gaming Harga Cuma Rp2 Jutaan