Suara.com - Nokia disebut akan mengubah sistem penamaan baru pada ponsel terbarunya. Pembaruan nama dikatakan berlaku mulai tahun ini.
Hal ini dikatakan oleh salah satu pembocor terkenal Nokia asal China, Nokibar.
Melalui akun Twitter, Nokia tak akan lagi menggunakan simbol titik untuk penamaan ponsel baru dan mengubahnya menjadi huruf sebagai awalan.
"Ponsel Nokia akan memiliki konvensi penamaan baru akhir tahun ini, menghapus semua titik," kata Nokibar dalam akun @baidunokibar, dikutip dari NokiaPowerUser, Selasa (9/3/2021).
Nokia sebelumnya sudah menggunakan seri ponsel dengan penamaan huruf selama 2009 hingga 2011.
Saat itu, Nokia memperkenalkan produknya dengan nama C-series, E-series, hingga X-series.
Itu artinya, produk selanjutnya seperti Nokia 6.3 atau Nokia 7.3 akan diganti dengan nama Nokia G10 atau Nokia H10.
Tahun depan juga diyakini akan diikuti oleh G10-01 atau H10-01, meskipun belum menunjukkan informasi lebih lanjut.
Bocoran juga menyebut nama dengan kombinasi huruf dan angka ini akan terus berlanjut hingga 2027 mendatang.
Baca Juga: Nokia 1.4 Meluncur Harganya Rp 1 Jutaan, Dilengkapi Android Go Edition
Penamaan model baru ini diyakini akan memuaskan penggemar Nokia yang tidak menyukai sistem penamaan dengan kombinasi angka dan titik tersebut.
Hal ini juga bisa membantu HMD Global sebagai pemilik lisensi Nokia dalam menghadapi persaingan pasar smartphone saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan