Suara.com - Baru ditemukan spyware berbahaya disebut FluBot. Virus ini dapat dengan mudah mendatangkan malapetaka pada pengguna smartphone yang tidak menaruh curiga atau ceroboh.
Banyak orang mungkin telah menjadi mangsa jutaan serangan cyber yang dilaporkan diluncurkan di Inggris dalam beberapa hari terakhir.
Dilansir laman Phonearena, Selasa (27/4/2021), pesan teks yang sarat malware juga mulai terbang keliling AS dalam waktu dekat.
Memang tidak mudah membedakan antara tempat bisnis elektronik yang tampak sah dan toko aplikasi, pengembang, atau situs web yang samar.
Hal paling mudah dilakukan adalah jangan pernah mengunduh file APK (Paket Android) jika kamu tidak tahu persis dari mana ini berasal.
Itulah yang diinginkan "FluBot" untuk kamu lakukan. Menyamarkan jenis malware yang sangat berbahaya sebagai peringatan dari layanan pengiriman internasional seperti DHL.
Ingatlah bahwa jenis virus ini sering kali menjadi lebih canggih seiring waktu, mengubah identitas (palsu) mereka untuk mencoba mengelabui lebih banyak pengguna agar menyerahkan kendali atas informasi mereka yang paling pribadi dan sensitif.
Kamu tidak boleh mempercayai pesan teks yang konon berasal dari perusahaan pengiriman mana pun yang memintamu mengunduh sesuatu dari luar Play Store untuk melacak paket (nyata atau fiktif).
Lalu apa yang harus dilakukan jika ponsel sudah disusupi?
Baca Juga: Apple AirTag Bisa Digunakan di Perangkat Android, Ini Caranya
Sayangnya, situasi ini sedikit lebih rumit daripada solusi "hapus-aplikasi-dan-jangan-lihat-balik" yang biasa, membutuhkan sedikit usaha ekstra (dan pengorbanan) dari pengguna yang dirugikan untuk mengelola keluar dari bahaya.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tidak memasukkan kata sandi lagi atau masuk ke akun pribadi apa pun segera setelah kamu menyadari bahwa telah ditipu.
Kedua, dikhawatirkan kamu harus mengatur ulang pabrik ponsel Androidmu yang berpotensi diretas untuk menyingkirkan virus jahat ini, yang berarti kamu mungkin juga kehilangan beberapa data berharga dalam prosesnya.
Sisi baiknya, kamu dapat memulihkan setiap dan semua data yang dicadangkan sebelumnya. Segala sesuatu yang lain sayangnya harus pergi sehingga kamu bisa yakin bahayanya juga hilang.
Tentu saja, setiap dan semua kata sandi yang mungkin telah disusupi selama serangan perlu segera diubah, sebaiknya dengan alternatif yang kuat dan unik yang dapat kamu simpan dengan.
Jadi, kamu harus lebih berhati-hati dalam membuka tautan apa pun yang dikirim ke perangkat seluler mana pun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Ragnarok Origin Classic Umumkan Hearth Test 3 Maret 2026
-
65 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 9 Februari: Ada Sukuna dan Emote Serangan Cinta
-
Konami Bagi-bagi Hadiah Gratis Yu-Gi-Oh! Master Duel Edisi 4 Tahun, Ini Daftarnya
-
Sejarah Kiswah Kakbah: Kain Suci Umat Muslim Berlafaz Allah, tapi Epstein Menaruhnya di Lantai
-
10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
-
Era Baru Streaming: Akses Konten Premium Langsung dari Layanan Internet
-
7 HP Rp4 Jutaan Saingan Redmi Note 15 Pro 5G dengan Kamera dan Baterai Gahar
-
Sharp Cetak Rekor Penjualan di Penutup 2025 dan Mulai Ekspor AC Buatan Indonesia Awal 2026
-
TWS Premium Sony WF-1000XM6 Segera Debut, Fitur dan Harganya Bocor ke Publik
-
Realme 16 5G Lolos Sertifikasi Komdigi: Siap Masuk ke Indonesia, Mirip iPhone Air