Suara.com - Aplikasi perpesanan Telegram dilaporkan sedang menyiapkan fitur video call grup atau panggilan video ke beberapa orang. Fitur ini dikonfirmasi akan hadir pada bulan Mei mendatang.
Mengutip laporan Engadget, Kamis (29/4/2021), CEO Telegram Pavel Durov menyatakan fitur video call group ini juga menyertakan berbagai fitur lain yang ada di platform video conference.
Beberapa fitur yang dihadirkan tersebut yakni noise cancellation (peredam bising) dan sharing screen, bersama dengan dukungan untuk perangkat seluler, desktop, hingga tablet.
Dengan kumpulan fitur baru, Telegram akan sedikit lebih seimbang dengan beberapa aplikasi serupa, seperti Zoom, WhatsApp, Messenger Rooms, dan lain sebagainya.
Telegram sebenarnya sudah memiliki fitur video call ataupun voice chat group, namun mereka belum menghadirkan video call group seperti aplikasi pesan lainnya, WhatsApp.
Jika dibandingkan, Telegram memang lebih lambat dalam memperkenalkan fitur tersebut. Tahun lalu saat awal pandemi dimulai, Telegram berjanji untuk memperkenalkannya di tahun 2020.
Meski fitur video call group dihadirkan lebih lama dari yang direncanakan, fitur ini dipastikan bakal mendapat sambutan baik dari para penggunanya.
Berita Terkait
-
Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia
-
Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?
-
Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi
-
Telegram Karya Putu Wijaya: Kabar Duka dari Dunia yang Tak Pernah Pasti
-
Marak Penipuan Investasi Bodong di Telegram, Ini Modusnya
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027
-
Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik
-
Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ
-
AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik
-
Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia
-
Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!
-
Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?
-
SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September
-
Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital