Suara.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat akan menghapus Xiaomi dari daftar perusahaan yang tak boleh diajak sebagai mitra oleh perusahaan AS, demikian diwartakan Reuters, Rabu (12/5/2021).
Keputusan Pentagon itu, sebutan untuk Departemen Pertahanan AS, diketahui dari sebuah dokumen pengadilan. Isi dokumen itu menyatakan bahwa Pentagon dan Xiaomi sepakat untuk menyelesaikan sengketa antara keduanya di luar pengadilan.
Seperti diwartakan sebelumnya bahwa pada Januari, hanya beberapa bulan sebelum digantikan oleh Joe Biden, Presiden Donald Trump memasukkan Xiaomi dalam daftar perusahaan yang dinilai berkaitan dengan Partai Komunis China dan militer Tiongkok. Karenanya perusahaan-perusahaan AS dilarang untuk bermitra dan berinvestasi di Xiaomi.
Xiaomi sendiri membantah tudingan itu dan menegaskan pihaknya sama sekali tak punya hubungan dengan partai komunis maupun militer China. Sebagai respons, Xiaomi lalu menggugat Pemerintah AS di pengadilan di Amerika Serikat sendiri.
Tetapi setelah tampuk pemerintahan AS dipegang oleh Biden, rupanya perlakuan terhadap Xiaomi berubah. Belum diketahui bagaimana penyelesaian masalah ini ke depannya.
Juru bicara Xiaomi sampai kini belum memberikan keterangan resmi, meski mengungkap bahwa pihaknya akan terus mengamati perkembangan putusan Pentagon tersebut. Sementara Pemerintah AS juga belum memberikan keterangan lanjutan.
Tag
Berita Terkait
-
HP Xiaomi RAM 12 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan untuk Multitasking Berat dan Fotografi Terbaik
-
Baterai 7.900 mAh Jadi Andalan Poco M8x 5G, Diklaim Tahan 35 Jam untuk Medsos
-
RAM dan Storage Makin Mahal, Xiaomi Tetap Bawa Fitur Flagship ke HP Entry-Level
-
REDMI 17 Resmi di Indonesia, Bawa Baterai 7.500mAh untuk Lawan Battery Anxiety
-
HP Xiaomi RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 4 Pilihan dengan Memori hingga 1 TB
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
Terkini
-
Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar
-
Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya
-
Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital
-
Empat Kali Ditangkap! Ini Garis Waktu Kasus Narkoba Revaldo: Penjara Tak Membuat Kapok
-
SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan
-
Kabut Asap Palembang Makin Mengkhawatirkan, Sekolah Tetap Masuk Pukul 08.00 WIB
-
Sifat-sifat Bunyi dan Cara Perambatannya
-
DPR Kawal Hak Karyawan PT Pos, Minta Pembayaran Rp158 M Segera Dituntaskan
-
Carlos Baleba Bisa Ubah Wajah Lini Tengah Manchester United, Solusi Kejar Gelar Premier League?
-
Heboh Munculnya Kartu Chip Jelang Muktamar ke-35 NU, Ini Penjelasan Panitia