Suara.com - Apple terus melindungi pengguna lewat kebijakannya yang ketat di laman aplikasi App Store.
Perusahaan bakal menindak tegas jika ada aplikasi yang merugikan pengembang maupun pengguna Apple.
Hal ini terbukti pada laporan terbaru Apple. Sepanjang tahun 2020, Apple melaporkan App Store telah berhasil mencegah potensi penipuan senilai 1,5 miliar AS atau setara Rp 21,4 triliun.
"Pada 2020, kombinasi Apple antara teknologi canggih dan keahlian manusia melindungi pelanggan sebanyak lebih dari 1,5 miliar dolar AS dalam transaksi yang berpotensi penipuan, mencegah percobaan pencurian uang, informasi, dan waktu mereka," kata Apple, dikutip dari Ubergizmo, Selasa (18/5/2021).
Selain itu, perusahaan juga mencegah lebih dari 1 juta pengguna dari aplikasi baru yang berisiko dan memiliki celah yang tersebar di App Store.
Secara rinci, Apple memproses dan menolak lebih dari 48.000 aplikasi karena mengandung fitur tersembunyi atau tidak resmi.
Kemudian 150.000 aplikasi ditolak karena berisi spam, plagiat, atau menyesatkan.
Selanjutnya, 215.000 aplikasi ditolak di App Store karena dugaan adanya pelanggaran privasi.
Perusahaan juga menyebut 3 juta kartu yang dicuri tidak akan bisa digunakan untuk membeli item di App Store.
Baca Juga: Apple Akan Bikin Konsol Game Mirip Nintendo Switch
Belum diketahui secara pasti kenapa Apple menerbitkan rincian angka ini.
Setidaknya, Apple telah mencegah beberapa aplikasi scam yang beroperasi dan berpotensi menghasilkan pendapatan senilai 1 juta dolar AS atau senilai Rp 14,2 miliar per bulannya.
Berita Terkait
-
Covid-19 Masuk ke Pabrik Apple di India, Produksi iPhone Terpengaruh?
-
Salip Apple, Xiaomi Jadi Ponsel Terlaris Kedua di Eropa
-
Waduh! Apple AirTag Bisa Diretas dan Diprogram Ulang
-
Google Play Store Bakal Ungkap Data Pengguna yang Diambil Aplikasi
-
Apple Watch Selanjutnya Bisa Deteksi Gula dan Alkohol dalam Darah
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
-
Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor
-
Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka
-
Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat
-
Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia
-
Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu
-
Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari
-
Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM