Suara.com - Telur merupakan salah satu bahan makanan yang mudah pecah saat terbentur, sehingga tak jarang beberapa penjual meletakkannya dengan hati-hati.
Baru-baru ini, seorang warganet membagikan pengalamannya tidak sengaja menyenggol puluhan telur hingga pecah di lantai warung.
Dibagikan oleh warganet yang tak diketahui identitasnya melalui akun base Twitter @FFOODFESS beberapa waktu lalu, pemilik akun mengaku bahwa pacarnya menyenggol telur tersebut.
Dalam unggahannya, ia mengunggah gambar tangkapan layar berisi pesan WhatsApp di mana kekasihnya memberi tahu bahwa ia telah menyenggol telur di warung.
Rupanya, telur-telur tersebut dijual di warung milik keluarganya sendiri.
Tampak, styrofoam yang umum digunakan untuk menyusun telur tergeletak di lantai.
Jika dihitung, kekasihnya itu telah memecahkan lebih dari 150 butir telur.
Pada lantai warung, terlihat cairan berwarna kuning kental dan cangkang telur yang pecah.
"Aku yang nangis ngeliat pacarku nyenggol telor, mana segitu banyak," tulis warganet dalam kolom keterangan pada unggahannya.
Baca Juga: Makan Telur Mentah Bisa Berbahaya, Ini Sebabnya
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 368kali dan disukai sebanyak lebih dari 7.128 kali oleh sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar.
Lucunya, tak sedikit pengguna memberikan solusi nyeleneh.
Mulai dari meletakkan kucing di dekat pecahan telur agar hewan tersebut yang disalahkan, hingga memberi solusi kabur dari rumah agar tidak dimarahi ibunya.
"Aku mecahin dua butir aja ngomelnya sampe besok, apalagi ini," tulis akun @lailyriskaaa.
"Bilang pacarmu suruh sembunyi dulu di luar kota yaa sekitar 25 tahunan lah," komentar @Gasyeager.
"Cari kucing cepet, biar kucingnya yang disalahin, bukan pacarnya," tambah @hanzsx22.
"Kepada pacarnya, mohon segera mengemas pakaian lalu telepon teman yang mau menampung keluarga baru," cuit @jusssaaeeyo.
"Ya ampun di sini telur satu piringan itu 47-55 ribu, nggak kebayang itu banyaknya rugi," ungkap @ciscotracer.
Berita Terkait
-
Kena Harga Selangit saat Makan di Puncak, Telur Setengah Matang Dijual Rp25 ribu
-
Awas Tertipu! Mirip Logo Halal, Lambang Kemasan Ini Bikin Ngakak
-
Niat Jual Harga Rp2.000 per Porsi, Wujud Nasi Ayam Geprek Ini Bikin Publik Ngelus Dada
-
Jangan Terlalu Banyak Makan Telur, Hati-hati Resiko Penyakit Ini
-
Wanita Ungkap Hal Tak Terduga saat Masak Telur, Pas Dipecah Syok Temukan Ini
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Jika 1984 Adalah Dunia yang Dikendalikan, Lalu Apa Itu Dunia dalam IQ84?
-
Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria
-
'Jangan Jadi Kebiasaan!' DPR Tunda Rapat Konflik Agraria Karena Kabareskrim Tak Hadir
-
Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Sebut Sprindik Tanpa Tanda Tangan Dirdik Cacat Hukum
-
LGI Cetak Rekor, Pendapatan Tembus Rp2,3 Triliun di Semester I 2026
-
Tebar Dana Rp3,07 T, Cek Jadwal Pembagian Dividen Interim BBCA
-
Bebas Jerawat! 5 Acne Spot Treatment Korea yang Bikin Jerawat Cepat Kering
-
Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan
-
Perkuat Deteksi Penyakit, Bisakah CT Scan Photon-Counting Jadi Strategi Ketahanan Kesehatan?
-
53 Titik Api Kepung Sulawesi Selatan, Kebakaran di Gowa hingga Enrekang